Hadapi New Normal, Pemprov Jabar Ikuti Arahan Pusat

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 16:42 WIB
Presiden Jokowi saat meninjau persiapan new normal di Summarecon Mall Bekasi
Foto: Presiden Jokowi saat meninjau persiapan new normal di Summarecon Mall Bekasi. (Dok Agus Suparto/Presidential Palace).
Bandung -

Pemprov Jawa Barat akan mengikuti peraturan Kementerian Kesehatan terkait penerapan new normal. Hal itu dikatakan, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar (GTPP Jabar) Daud Achmad dalam konferensi pers daring dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (26/5/2020).

"Untuk memasuki era new normal kita mengacu PP No 21 tentang PSBB, protokol-protokol kesehatan tetap dilaksanakan, kemudian Permenkes No 9 Tahun 2020, terakhir Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan Keputusan Menteri mengenai protokol kesehatan di tempat kerja dan industri, itu lebih detail lagi, di tempat kerja, siapa yang boleh bekerja, kemudian juga jarak di tempat kerja seperti apa, ada di peraturan Menkes yang terbaru," kata Daud.

"Pemprov dalam hal ini pak gubernur yang mewakili pemerintah pusat, akan terus mengikuti perkembangan, arah dan kebijakan (pusat) dalam penanganan COVID-19 ini secara nasional," tuturnya.

Daud mengatakan, Jabar dinilai siap melaksanakan new normal karena telah memberikan tingkat atau level kewaspadaan di dalam wilayahnya. Seperti diketahui ada lima daerah masuk zona biru, kemudian 19 daerah zona kuning dan tiga daeah yang masih masuk zona merah.

"Level kewaspadaan ini lebih lengkap bisa diterapkan di level yang lebih kecil, yakni di level desa. Apabila diterapkan di yang lebih kecil, aparat bersama masyarakat akan lebih mudah dalam mengendalikan wilayahnya," kata Daud.


"Kalau di Jabar sudah ada yang hijau di level desa, artinya tidak ada kasus positif COVID-19, ODP, atau PDP," imbuhnya.

Terkait dibukanya tempat perbelanjaan atau mal di era new normal, Daud mengatakan protokol kesehatan akan tetap dilaksanakan. Namun tentunya dengan aturan seperti jumlah mal yang dibuka dibatasi, kewajiban mencuci tangan, dan jaga jarak antar penjual dan pengunjung.

"Di era new normal kehidupan kita normal, tapi suasana yang utamanya kita harus memakai masker dan harus sering-sering mencuci tangan. Jabar akan tetap fokus pada pemulihan ekonimi, kita akan tetap melakukan penangnan terutamanya keselamatan nyawa masyarakat di Jabar," kata Daud.

Pelaksanaan new normal ini, dikatakan Daud, akan diikuti dengan gencarnya tes masif di area-area publik. "Semakin banyak tes masif, berarti peta penyebaran COVID-19 ini akan lebih akurat untuk bisa kita ketahui, dan dipotong rantai penularan COVID-19 itu," katanya.

(yum/ern)