H+2 Lebaran, Nihil Korban Meninggal Akibat COVID-19 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 10:07 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Angka kesembuhan pasien yang terpapar COVID-19 nyaris menembus empat kali lipat dibandingkan dengan pasien yang meninggal dengan keterangan terpapar Corona. Data itu ditunjukkan Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar atau Pikobar (pikobar.jabarprov.go.id) pada Selasa (26/5/2020) pukul 08.44 WIB.

Pada H+2 Idul Fitri 1441 H, tak tercatat ada pasien yang meninggal. Artinya, jumlah kematian warga Jabar akibat virus masih bertengger di angka 128 orang. Sementara itu, angka kesembuhan mencapai 479 orang.

Secara keseluruhan, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Jabar mencapai 2.113 orang. Terjadi penambahan 68 orang sejak Lebaran hari pertama 24 Mei lalu.

Jumlah pasien yang sembuh paling banyak berasal dari Kota Bekasi, yakni 153 orang. Angka itu berbanding lurus dengan angka keseluruhan pengidap COVID-19, yang menyentuh angka 444 orang.

Kemudian disusul Kota Depok, 83 orang. Namun angka tersebut terbilang masih minim jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan warga yang terinfeksi virus Corona, yang mencapai 421 orang. Begitupun dengan Kota Bandung, terdapat 45 penyintas dari total 304 pasien positif COVID-19.

Berdasarkan hasil kajian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, tiga daerah berada di level IV atau zona merah. Artinya, masih ditemukan kasus COVID-19 pada satu klaster atau lebih dengan peningkatan kasus signifikan, sehingga dapat dilakukan pembatasan sosial maksimal atau penuh di daerah tersebut.

Kemudian, 19 daerah berada di level III atau zona kuning, yakni Kabupaten Bandung, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cirebon, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Tasikmalaya, Kota Bandung, Banjar, Bogor, Cirebon, Depok, dan Tasikmalaya. Artinya, ditemukan kasus COVID-19 pada klaster tunggal, sehingga bisa diterapkan pembatasan sosial parsial di daerah tersebut.

Sedangkan lima daerah (Kabupaten Garut, Pangandaran, Sumedang, Bandung Barat, dan Kota Sukabumi) berada zona biru atau ditemukan kasus secara sporadis, baik lokal maupun kasus impor, maka perlu diterapkan physical distancing.

(yum/mso)