Round-Up

Ekspresi Penyesalan Ferdian Paleka Usai Ditangkap Gegara Prank Waria

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 09:56 WIB
YouTuber Ferdian Paleka meminta maaf kepada korban prank, warga Bandung, dan masyarakat Indonesia, Jumat (8/5/2020).
YouTuber Ferdian Paleka (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Ferdian membeberkan alasannya menyasar waria. Menurut dia, waria tidak diperbolehkan selama bulan suci Ramadhan.

"Karena menurut saya di bulan Ramadhan ini waria nggak boleh," ujarnya.

"Jadi saya melakukannya kayak gitu biar nggak ada waria pas bulan suci," kata Ferdian menambahkan.

Dalam kasus ini, Tubagus lebih dulu diamankan. Tubagus diserahkan oleh orang tuanya usai video tersebut viral. Sementara Ferdian dan Aidil ditangkap belakangan.

Ferdian ditangkap bersama rekannya Aidil yang juga terlibat dalam kasus video tersebut. Mereka ditangkap tim khusus Polda Jabar dan Resmob Satreskrim Polrestabes Bandung di jalan tol Jakarta-Merak, Tangerang, Banten pada Jumat (8/5/2020) dini hari pukul 01.00 WIB. Selain Ferdian dan Aidil, polisi juga mengamankan paman Ferdian, Jamaludin yang bersama Ferdian.

YouTuber Ferdian Paleka berhasil ditangkap polisi usai kabur beberapa hari. Kini ia berbaju tahanan usai ditangkap pada Jumat (8/5/2020) dini hari oleh tim gabungan dari tim khusus Direktorat Reserse Kriminal Umum dan Resmob Polrestabes Bandung, Ini penampilan Ferdian Usai Jadi Tersangka.YouTuber Ferdian Paleka berhasil ditangkap polisi. Ia dan dua temannya berbaju tahanan saat ekspose kasus di Mapolrestabes Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, motif Ferdian dalam membuat video tersebut hanya iseng guna menambah subscriber channel YouTube-nya.

"Motifnya sendiri itu menyebarkan agar mendapat keuntungan follower (subscriber) dari YouTube itu sendiri," ucap Ulung.

Ferdian cs saat ini mendekam di Rutan Polrestabes Bandung. Mereka dijerat pasal berlapis yaitu Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan Pasal 36 jo Pasal 51 ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Yang mana (ancaman) paling lama 12 tahun dan denda paling banyak Rp 12 miliar," kata Ulung.

Halaman

(dir/bbn)