May Day, KSPSI Jabar: Hentikan PHK di Tengah Pandemi COVID-19

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 01 Mei 2020 17:28 WIB
Poster
Ilustrasi PHK akibat imbas pandemi Coroa. (Ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat menilai Pandemi COVID-19 menjadi alasan pengusaha untuk tidak membayarkan hak buruh dan pemutusan hubungan kerja (PHK). SPSI mencatat ada puluhan ribu buruh yang terkena dampak.

"Pandemi COVID-19 ini dijadikan alasan sebagian perusahaan untuk tidak membayar hak buruh, mengurangi hak buruh dan melakukan PHK," ujar Ketua KSPSI Jawa Barat Roy Jinto kepada detikcom, Jumat (1/5/2020).

Roy menuturkan hingga saat ini ada puluhan ribu buruh yang terkena dampak baik dirumahkan maupun di-PHK. Roy membagi kedua kategori itu karena dirumahkan artinya masih memiliki hubungan kerja dan PHK sama sekali diputus.

Berdasarkan informasi yang diperoleh SPSI, kata Roy, ada 75 buruh yang dirumahkan dan 20 ribu buruh yang terkena PHK akibat Pandemi Corona ini. "Kebanyakan yang kita ketahui itu yang tidak melaporkan ke Disnaker karena untuk yang karyawan kontrak, PKWT, dia habiskan kontraknya alasan dia tidak PHK. Karena habis kontrak, padahal tetap saja PHK," ucapnya.

"PHK dalam artian begini, yang kontrak pun ikut diberhentikan misalkan yang habis kontrak, nggak diperpanjang lagi, itu termasuk PHK. Bukan PHK yang dibayar pesangonnya, bukan itu saja. Karena PHK itu ada yang habis kontrak, yang seharusnya diperpanjang tapi karena ini menjelang hari raya takut perusahaan bayar THR (tunjangan hari raya), jadi diberhentiin kemudian dengan alasan pandemik," tutu Roy menambahkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2