Sejumlah Pemicu Empat Gadis Keji Nekat Bunuh Driver Online

Muhammad Iqbal - detikNews
Kamis, 30 Apr 2020 11:22 WIB
Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.
Para tersangka pembunuhan driver taksi online. (Muhammad Iqbal/detikcom)
Hubungan 'Spesial'

Awalnya, IK dan RM berkenalan melalui aplikasi kencan. Mereka pun dekat, semakin akrab, saling memberi perhatian dan memutuskan untuk menjalin hubungan pacaran. Waktu itu, RM belum mengetahui bahwa pacarnya itu perempuan. Ia menduga IK seorang lelaki. Namun, hal itu tidak menjadi masalah, RM menerima karena sudah kadung cinta.

Beberapa bulan sebelum terjadi pembunuhan, mereka sempat tinggal bersama di Kecataman Cimaung, Kabupaten Bandung. Namun, lokasi mereka diketahui oleh kedua orang tuanya. Mereka pun terpisah.

Tidak diketahui sejak kapan orang tua mereka mengetahui hubungan tersebut. Namun, orang tua mereka melarang keduanya untuk bertemu.

Rasa kangen pun muncul. Sudah lama mereka tidak bisa bertemu. IK pun memberanikan diri pergi ke Pangalengan dengan mengajak SL.

Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.Polisi menangkap para gadis pembunuh driver taksi online di Bandung. (Muhammad Iqbal/detikcom)

Pada 29 Maret 2020, pukul 10.00 WIB, IK dan SL pergi ke terminal Bekasi. Mereka menyewa mobil beserta sopir, dan sepakat dengan bayaran Rp 1 juta untuk pulang pergi dari Bekasi-Pangalengan.

Padahal, IK tidak memiliki uang untuk bayar ongkos tersebut. Tapi ia tidak memusingkan hal itu, yang terpenting dapat bertemu kekasihnya, RM. Kemudian, IK dan SL menjemput RK di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor. RK ini menjalin asmara dengan SL.

Dari sini, Dharmaji menduga, ada pemicu kedua yang membuat IK dan RM membunuh korban. Mereka sejak dari awal tidak memiliki uang, hanya bermodalkan nekat dan kangen.

"Alasan kedua, timbul nekat ketemuan padahal tidak memiliki uang, sehingga pada saat ditagih membayar tidak ada pilihan lain dari keduanya (untuk merencanakan dan membunuh sopir itu)," kata Dharmaji.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4