Pandemi Corona, TNI dan Warga Bandung Salurkan Ribuan APD-Sembako

Wisma Putra - detikNews
Sabtu, 18 Apr 2020 19:06 WIB
Posko peduli pemkot bandung
Foto: Wisma Putra
Bandung -

Wabah COVID-19 di Indonesia membuat masyarakat bahu membahu menolong warga yang terdampak maupun untuk paramedis yang menjadi garda terdepan memerangi virus ini. Di Kota Bandung, selain pemerintah, perguruan tinggi dan TNI juga terjun langsung memberikan bantuan.

Seperti yang dilakukan Universitas Bhakti Kencana Bandung. Perguruan tinggi swasta ini menyalurkan bantuan 34 ribu lebih alat pelindung diri (APD) ke-45 unit pelayanan kesehatan di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung.

"Di tengah pandemi COVID-19 yang sudah menimbulkan banyak korban dan kerugian seperti saat ini, kemanusiaan dan kesehatan kita menjadi prioritas," Ketua Yayasan Universitas Bhakti Kencana Bandung A Mulyana kepada detikcom, Sabtu (18/4/2020).

A Mulyana menilai, di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19 ini, ada satu hal positif yang makin menguat di kalangan masyarakat Indonesia, yakni sikap saling membantu dan gotong royong.

"Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa turut membantu untuk menanggulangi pandemi corona ini," ujarnya.

Sementara itu Pemkot Bandung menampung sumbangan CSR dari personal, organisasi lintas agama, lintas budaya dan sumbangan ritel-ritel di Kota Bandung.

Pantauan detikcom, Sabtu (18/4/2020) sembako yang tersimpan di Aula Pendopo Kota Bandung itu di antaranya beras dan mi instan. Setiap harinya, sembako tersebut keluar masuk.

Ketua TP PKK Kota Bandung Siti Muntamah Oded mengatakan, ada 25 ribu paket sembako yang akan disalurkan bagi warga terdampak COVID-19.

"Sampai hari ini alhamdullilah, ada 25 ribu paket. Kurang lebih angka Rp 5 miliar," kata Siti di Pendopo Kota Bandung.


Siti mengungkapkan, selain diberikan kepada masyarakat terdampak COVID-19, sembako itu diberikan juga kepada panti-panti yang ada di Kota Bandung.

"Kita punya panti-panti, ada 73 panti, baik jompo, anak terlantar, yatim dan piatu. Tentu saja harus kita amankan mereka, sudah kita kasih selama dua pekan," ungkapnya.

Tak hanya itu, sembako itu juga akan diberikan kepada keluarga disabilitas. "Kepala keluarga disabilitas, kepala keluarga yang tuna rungu, tuna netra yang sebelumnya sangat survive," ujarnya.

Siti menambahkan, sembako itu diberikan bukan kepada penerima PKH. "Non PKH, ini untuk back up," katanya.

Di sisi lain, Komandan Garnisun Tetap (Kogartap) II Bandung bersama Yayasan Kebhinekaan Kesatuan Jiwa Raga Kami ( YKKJRK) Kota Bandung melakukan aksi berbagi kemanusiaan kepada warga Bandung terdampak COVID-19.

"Jadi hari ini acara baksos yang biasa dilakukan sebulan sekali, menyesuaikan dengan situasi kondisi sekarang, kita bagikan nasi dalam boks sebanyak 350 pax seminggu sekali bekerjasama dengan Kogartap II Bandung," ujar Ketua YKKJRK Kota Bandung Petrus Adamsantosa.di Pasteur, Kota Bandung, Sabtu (18/4/2020).

Adam mengungkapkan, nasi boks tersebut akan disalurkan kepada keluarga yang tidak memiliki dapur, seperti pemulung atau tuna wisma yang tinggal di jalanan. "Kita berikan kepada keluarga yang tidak punya alat masak, yang kerja dorong-dorong gerobak, pemulung dan lainnya," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga berikan bantuan sembako kepada waega terdampak COVID-19, terutama kepala keluarga yang hilang pekerjaanya.

"Kita kasih beras, minyak goreng dan bahan-bahan makanan yang bisa di masak," ujarnya

Sementara itu, Admin Kogartap II Bandung Kolonel ADM Rudy Pristiwawan menyebut, kegiatan yang dilakukan bersama YKKJRK Kota Bandung merupakan kepedulian terhadap sesama.

"Hari ini kami bersama-sama YKKJRK Kota Bandung, kita peduli terhadap masyarakat terdampak COVID-19. Sudah banyak komponen bangsa lain memberikan contoh, kita ingin memberikan wujud kepedulian kita dan kesetiakawanan kita terhadap masyarakat," kata Rudy.

(wip/ern)