Round-Up

Vandal 'Kill The Rich', 3 Pemuda Banjar Terinspirasi Film Joker

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 13 Apr 2020 08:56 WIB
Tiga pelaku vandalisme di Kota Banjar
Tiga pelaku vandalisme di Kota Banjar (Foto: Istimewa).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya dua kaleng cat semprot, puluhan leaflet dengan tulisan provokatif, t-shirt bertuliskan penghinaan terhadap pemerintah serta sejumlah buku-buku tertentu. Selain itu diamankan pula ponsel dan sepeda motor.

"Pengakuan para tersangka motivasi melakukan vandalisme ini karena ketidakpuasan terhadap pemerintah. Namun tentu saja, mereka melakukannya dengan cara yang salah," kata Yulian.

Kepada polisi, ketiga pemuda tanggung ini mengaku melakukan perbuatan itu tanpa ada perintah dari orang atau kelompok lain. Coretan coretan itu diakuinya hanya sebatas spontanitas karena terinspirasi dari lirik lagu dan film.

"Motif sementara, para tersangka tidak suka dengan pemerintah dan meniru atau terinspirasi film Joker, terutama quote 'Kill The Rich', serta ingin mendapatkan pengakuan dari sesama rekannya," demikian disampaikan dalam rilis tertulis yang dibagikan Humas Polres Banjar.

Mereka mengaku hanya ikut-ikutan setelah melihat coretan-coretan serupa di media sosial. "Mengenai motif para tersangka ini sedang kami dalami. Termasuk keterkaitan gerakan mereka dengan kejadian di Tanggerang. Kami sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jabar," kata Yulian.

Polisi berusaha menguak dugaan keterlibatan mereka dalam komunitas Anarko Sindikalisme, seperti yang telah diamankan oleh Polda Metro Jaya. Ketiga tersangka saat ini ditahan polisi dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Sebelum ditahan polisi juga melakukan pemeriksaan medis terkait COVID-19 dan pemeriksaan penggunaan Narkoba.

Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang ancaman hukumannya paling lama 10 tahun penjara. Selain itu polisi juga menjerat mereka dengan Pasal 160 juncto Pasal 207 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun.

"Kami berharap agar warga tidak perlu panik namun selalu waspada terhadap berita-berita hoaks atau yang tidak jelas referensinya. Jika ada sesuatu yang mengganggu atau meresahkan segera lapor kepada polisi terdekat," tutur Julian.

Halaman

(bbn/bbn)