Cegah Corona, 1.071 Pemudik di Bandung Barat Jalani Isolasi Mandiri

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 13:42 WIB
ilustrasi corona
Foto: ilustrasi corona
Bandung Barat -

Jumlah pemudik yang tiba di wilayah Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, selama masa pandemi COVID-19 mengalami peningkatan.

Berdasarkan keterangan Kecamatan Gununghalu, saat ini ada 1.071 pemudik yang tiba dari luar daerah, seperti Jakarta, Karawang, Tangerang, dan Bandung. Jumlah pemudik tersebut bertambah 500 orang hanya dalam waktu sepekan.

Camat Gunung Halu Hari Mustika mengatakan data pemudik tersebut berdasarkan laporan dari perangkat desa setelah setiap RT/RW melakukan pendataan terhadap warga yang datang dari luar daerah tersebut.

"Jumlahnya saat ini menjadi 1.071 orang. Padahal minggu kemarin baru 600 orang. Saat ini kami terus pantau karena kemungkinan jumlah akan terus bertambah," kata Hari saat dihubungi, Kamis (9/4/2020).

Peningkatan jumlah pemudik ke wilayahnya, kata Hari, lantaran para pemudik sudah tidak mendapatkan pekerjaan. Kebanyakan mereka bekerja di proyek harian seperti tukang bangunan maupun bekerja di industri.

"Karena kebanyakan sistem kerjanya harian, jadi saat ini mereka menganggur di perantauan. Akhirnya mereka memilih pulang ke sini, kalau di sana nanti mereka pengeluaran hariannya besar sedangkan tidak punya pemasukan," jelasnya.

Ia mengatakan, setelah tiba di kampung halamannya, mereka diwajibkan untuk langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari serta menerapkan physical dan social distancing, meskipun semuanya tidak memiliki keluhan kesehatan.

Dari jumlah 1.071 orang itu, kata Hari, sekitar 200 orang sudah melewati masa isolasi mandiri dan sudah dinyatakan sehat oleh Puskesmas. Sehingga, mereka sudah dinyatakan aman dan tidak terindikasi terpapar virus Corona.

"Untuk warga yang merasakan ada keluhan kesehatan setelah mudik kita lakukan rapid test, sejauh ini baru 9 orang karena keterbatasan alat," bebernya.

Dari 9 orang yang sudah rapid test itu, kata Hari semuanya negatif. Namun, hanya ada satu orang yang positif, itu pun tidak masuk kategori pemudik karena dia bekerja masih di wilayah KBB.

"Kami terus pantau kedatangan pemudik, setiap RW diminta untuk melaporkan. Apabila ada keluhan kesehatan, akan kami upayakan untuk rapid test," ujarnya.

Simak juga video Mudik Tak Dilarang, Ganjar Siapkan Ruang Isolasi Pemudik:

(mso/mso)