Diam di Rumah! Jumlah ODP di Jabar Tembus Angka 14 Ribu Orang

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 22:08 WIB
Ratusan warga mengikuti rapid tes di Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (31/3). Kebanyakan dari mereka adalah warga yang mendaftar melalui Pikobar.
Foto: Whisnu Pradana
Bandung -

Jumlah warga Jabar yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 12 menjadi 220 orang hingga Rabu (1/4/2020) pukul 21.10 WIB. Dengan bertambahnya angka tersebut, Jabar menyumbang 13,11 persen dari jumlah 1.677 warga Indonesia yang terinfeksi virus tersebut.

Dari 220 yang terkonfirmasi positif, 11 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 21 orang lainnya meninggal dunia dengan keterangan terpapar Covid-19.

Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) menampilkan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) merangkak pesat ke angka 14.291 orang, dari sebelumnya 12.967 ODP.

Penambahan yang signifikan ini dimungkinkan dari jumlah warga yang mudik maupun dari pengidentifikasian peserta dari klaster-klaster atau titik yang diduga menjadi penyebaran corona.

Sebanyak 747 pasien dalam pengawasan (PDP) masih menjalani masa observasi dan 256 orang lainnya telah selesai menjalan masa pengawasan. Dengan itu, jumlah total PDP di Jabar menembus angka 1.003 dari jumlah awal 898 PDP.

Dari tabel Covid-19 dalam aplikasi Pikobar, Kota Depok menjadi wilayah dengan penduduk terbanyak yang terkonfirmasi Covid-19 dengan jumlah 28 orang. Kemudian disusul Kota Bekasi dengan 27 orang.

Sementara iut jumlah pasien sembuh paling banyak berasal dari Kota Bandung dan Kota Depok dengan masing-masing 4 orang. Disusul Kabupaten Bekasi dua orang dan Kabupaten Purwakarta satu orang.

Pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota, terus menerus meminta warga untuk jaga jarak dengan tidak ke luar rumah. Seluruh sekolah dari TK hingga perguruan tinggi pun diberlakukan belajar di rumah. Sebagian perusahaan pun memberlakukan work from home, meski tak sedikit yang masih beroperasi.

"Maka kewajibannya diam di rumah 14 hari, saya minta polisi di Jabar, agar mengingatkan agar tidak ada yang berkeliaran, yang dari Jakarta pada Sabtu Minggu ini jangan pulang dulu, karena akan mengganggu sistem pelacakan kami di Jabar, Jatim, Jateng dan Yogyakarta," ujar Ridwan Kamil, Gubernur Jabar beberapa hari lalu.

(yum/ern)