Perjuangan Pengusaha Konveksi Asal Sumedang di Tengah Wabah Corona

Muhamad Rizal - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 21:52 WIB
Konveksi di Sumedang
Foto: Produksi masker berbahan kain di Sumedang (Istimewa).
Sumedang -

Selain mengancam kesehatan, wabah virus Corona juga ternyata cukup berdampak terhadap perekonomian di masyarakat. Para pelaku usaha mengalami penurunan pendapatan imbas dari wabah tersebut.

Salah satunya seperti yang dialami oleh Eri Anggriani (42) pengusaha konveksi asal Kabupaten Sumedang. Dia awalnya memproduksi batik untuk anak sekolah. Namun karena sepinya orderan dia kini terpaksa membuat masker agar usahanya tetap berjalan.

"Sebelumnya saya hanya memproduksi batik untuk sekolah- sekolah, Namun sudah hampir dua minggu ini saya memproduksi masker. Bukan aji mumpung ya," kata Eri saat di konfirmasi detikcom, Rabu (1/4/2020) malam.

Semenjak mewabahnya virus Corona, usaha batik miliknya mengalami penurunan. Saat ini dia menghentikan produksi batik dan beralih memproduksi masker.

"Dampak virus Corona ini, saya harus banting setir usaha, jadi memproduksi masker," katanya.

Eri mengaku memproduksi dan berjualan masker ini bukan untuk mencari keuntungan, hanya saja untuk mempertahankan hidup para penjahit batik yang bekerja padanya.

"Dalam situasi saat ini, penjahitnya supaya tidak menganggur, makanya saya beralih profesi, agar mereka ada kerjaan," ucap Eri.

Sebelumnya, Eri mempekerjakan tiga orang penjahit. Namun agar cepat dalam produksiannya, dia kini memperkerjakan enam orang penjahit dengan sistem borongan.

"Dalam satu hari total produksi yang bisa dicapai sebanyak 1.800 masker per hari. Satu penjahit bisa menghasilkan 300 masker," ucapnya.

Dia menyatakan di tengah situasi sulit seperti sekarang ini perlu kerja ekstra agar kehidupan tetap berjalan. Dia akan berjuang agar mampu melewati masa sulit saat ini.

"Jangan karena wabah virus Corona, perekonomian kita menjadi terpuruk, kita harus bangkit," katanya.

Eri mengaku, tidak menjadikan momen ini sebagai ajang kesempatan, bahkan drinya menjual masker kain ini dengan harga di bawah pasaran.

"Masker yang saya produksi dibanderol seharga Rp 40 ribu per lusin. Dan Alhamdulillah saat ini saya mendapatkan order sebanyak 10 ribu buah masker," ujar Eri.

(mso/mso)