19 PDP di Banten Meninggal, Dinkes Curiga Penyakit Bawaan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 23:05 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Serang -

Jumlah orang meninggal kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus Corona (Covid-19) di Banten dilaporkan ada 19 orang. Lebih banyak dibandingkan jumlah pasien positif yang totalnya 13 orang.

Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti menjelaskan, karena masifnya informasi Covid-19, muncul kecurigaan soal kesehatan warga yang akhirnya menduga dirinya terjangkit virus. Padahal ada pasien memiliki riwayat penyakit misalkan stroke, jantung, hipertensi, kanker dan lain-lain. Sebab itulah, banyak kategori PDP Corona yang meninggal.

"Masyarakat tinggi akan keinginannya mengetahui kondisi kesehatan sehingga sakit lain pun dicurigai Covid-19. Sedangkan banyaknya kasus PDP yang dilaporkan meninggal dikarenakan pasien tersebut memiliki riwayat penyakit penyerta," ujar Ati kepada di Serang, Selasa (31/3/2020).

Masifnya informasi virus Corona juga mengakibatkan meratanya jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di 8 kabupaten/kota di Banten. Beberapa masyarakat akhirnya memilih mudik ke kampung-kampung. Apalagi, mempertimbangkan suasana Jakarta yang sedang tidak kondusif akibat penyebaran virus.

"Tidak menutup kemungkinan beberapa masyarakat akhirnya kembali ke kampung halaman," kata Ati.

Pemprov Banten menurutnya sudah melakukan untuk menekan penyebaran Corona. Mulai dari pengumuman masa darurat, pelaksanaan work from home dan sekolah online.

Selain itu, ada penambahan rumah sakit rujukan yaitu RSUD Banten, RS Balaraja, RS Siloam Kelapa Dua. RS ini jadi tambahan di samping dua RS yang sudah ditunjuk Kemenkes yaitu RSUD Tangerang dan RSDP Serang.

(bri/bbn)