Umroh Disetop, Kemenag Jabar: Jangan Dikaitkan Hal Tak Masuk Akal

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 21:19 WIB
Jemaah Haji di Mekah
Ka'bah di Mekah (Foto: Ardhi/detikcom)
Bandung -

Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat mengimbau agar masyarakat tak mengaitkan batalnya jemaah umrah berangkat ke Tanah Suci, dengan hal-hal yang tak masuk akal. Pemerintah Arab Saudi menyetop penerimaan jemaah umrah ke Tanah Suci dari sejumlah negara, termasuk di Indonesia.

Kebijakan ini merupakan upaya Arab Saudi mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. "Kalau keadaaannya seperti ini semua pihak merasa dirugikan, tapi yang jelas jemaah yang amat-amat terpukul, karena biaya sudah keluar," ujar Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jabar Ajam Mustajam saat dihubungi detikcom, Kamis (27/2).

"Berangkat umrah itu berbeda seperti berangkat ke Malaysia atau Eropa, ketika hendak berangkat ke Tanah Suci ketika gagal ada tekanan psikologis, dari sisi ini kami mengimbau agar jangan dikait-kaitkan dengan hal yang tak penting atau masuk akal," tutur Ajam.

Dari sisi pemerintah, Kemenag Jabar akan memastikan kepada agen perjalan umrah di Jabar terkait kondisi calon jemaah haji yang akan berangkat. "Ini memang murni kebijakan dari Arab Saudi, tidak ada kaitannya dengan hal lain. Kami harapkan travel dan jemaah tidak sama-sama dirugikan akibat kejadian ini," ujarnya.

Ajam belum mendapatkan data rinci berapa jumlah warga Jabar yang gagal berangkat dan dikembalikan ke Tanah Air. Namun, ia memastikan ada warga Jabar diantara calon jemaah umrah tersebut.

"Sekarang pendataan masih manual, makanya kita akan membangun konektivitas jaringan dengan travel. Sekarang masih manual, kami sedang meminta data dari travel di Jabar maupun induknya," kata Ajam.

(bbn/bbn)