Tinjau Banjir Subang, Ridwan Kamil Singgung Kewenangan Berjenjang

- detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 17:49 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil tinjau banjir Subang
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil tinjau banjir Subang (Dian Firmansyah/detikcom).
Subang -

Usai melakukan perjalanan dinas ke Australia, Gubernur Jabar Ridwan Kamil langsung meninjau banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dia melihat sejumlah titik mulai dari tanggul jebol hingga ke pemukiman warga yang masih tergenang banjir.

Kang Emil yang baru tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada Kamis pagi mengaku, terpaksa membatalkan setengah perjalanan dinasnya di Australia dan dua negara lainnya demi menangani banjir yang terjadi di Subang, Karawang, Kabupaten Bekasi dan Kota Bekasi.

"Masyarakat butuh kehadiran pemimpin mengapa juga akhirnya agenda yang sudah di atur tahun lalu saya cancel setengahnya untuk membantu mempercepat koordinasi (banjir) di hari ini," kata Kang Emil usai melihat pemukiman yang tergenang di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Subang, Kamis (27/02/2020).

Musim penghujan yang masih terjadi, Kang Emil mengarahkan agar para pemimpin daerah untuk melakukan tindakan preventif seperti normalisasi sungai. Dia juga akan koordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan tindakan cepat tanggap bencana alam.

"Setelah ini kita akan merumuskan tindakan cepat tanggap darurat, untuk Subang ada bantuan sebesar Rp 750 juta kita siapkan, bupati arahkan untuk kepentingan tanggap darurat," ucapnya.

Dalam kunjungannya Kang Emil membantah dia sengaja tidak hadir dalam rapat koordinasi dengan DPR. Dia mengaku, saat itu sedang melakukan kunjungan dinas di Australia.

"Dari sisi penanganan mungkin media bisa catat kalo namanya provinsi itu sesuai Undang-undang pemerintahan daerah, yang namanya kebencanaan itu sifatnya berjenjang jadi first responder-nya itu di level bupati dan BPBD tingkat 2, kalo di level 2 ada kesulitan baru tingkat provinsi, sehingga bupati atau wali kota-nya seperti Pak Ruhimat (Bupati Subang) sudah di depan maka peran kita (provinsi) hanya perbantuan logistik dan trauma healing," ujarnya.

(Dian Firmansyah/mso)