Saudi Setop Umrah, Travel Cianjur Terancam Rugi-Jemaah Batal Berangkat

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 27 Feb 2020 17:13 WIB
Travel umrah di Cianjur terancam merugi gegara uramh disetop Saudi
Travel umrah di Cianjur terancam merugi gegara uramh disetop Saudi (Foto: Ismet Selamet)
Cianjur -

Pengusaha travel umrah di Cianjur terpaksa menunda keberangkatan jemaah yang akan menunaikan ibadah umrah. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah, termasuk dari Indonesia.

Kebijakan itu diambil pemerintah Arab Saudi untuk mencegah masuknya virus Corona.

Owner Travel Umroh PT Gaido Azza Darussalam Indonesia, Ahmad Yani, mengatakan, dengan penutupan sementara jemaah yang masuk ke Arab Saudi, keberangkatan jamaah umrah pada Maret mendatang kemungkinan ditunda.

Pihaknya sudah berkomunikasi dengan 60 jemaah yang akan berangkat di waktu tersebut, terkait adanya kebijakan dari pemerintahan Arab Saudi.

"Sudah komunikasi, rencananya 60 jemaah itu bakal berangkat bulan depan. Tapi sudah disampaikan kalau kebijakan ini berjalan panjang, maka kemungkinan akan ditunda," kata Yani saat ditemui di kantornya di Jalan Kh Abdullah bin Nuh, Cianjur, Kamis (27/2/2020).

Saat ini pihaknya sudah menyediakan koper dan peralatan untuk para calon jemaah umrah Cianjur yang menggunakan jasa travelnya.

Yani juga mengaku, sudah membooking hotel dan paket makan untuk para jemaah. Jika dengan adanya kebijakan itu tidak juga diimbangi dengan kebijakan lainnya terutama bagi yang travel yang sudah membooking, ditaksir dia akan merugi sampai ratusan juta rupiah.

"Kalau bisa kan yang sudah dibooking uangnya dikembalikan atau dari hotel dan jasa penyedia makan juga menunda tidak dihanguskan begitu saja. Jika begitu tidak akan ada yang dirugikan," ucapnya.

Di sisi lain, Direktur Travel Umroh PT Krisma, Saleh Ihsan, mengatakan, pihaknya juga membatalkan pemberangkatan sejumlah jamaah yang rencananya berangkat pada 10 Maret 2020.

Selain itu ada juga jemaah yang bakal berangkat di 24 Maret 2020, tetapi jemaah tersebut masih belum akan ditunda keberangkatannya. Sebab, diharapkan kebijakan yang diambil pemerintah Arab Saudi segera dicabut dalam waktu dekat.

"Yang sudah pasti tidak akan berangkat yang tanggal 10 Maret. Tapi sudah dikembalikan, karenakan kalau kami ada sistem asuransi. Mengingat ini juga bukan kesalahan dari travel," jelasnya.

Dia berharap pemerintah Arab Saudi bisa mengeluarkan pengecualian untuk Indonesia, karena belum ada suspect corona di Indonesia."Terlebih kan Indonesia ini negara dengan umat muslim terbanyak, sehingga diharapkan bisa ada pengecualian," pungkasnya.

(mud/mud)