Kasumedangan, Batik Khas Sumedang

Muhamad Rizal - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 22:48 WIB
Batik Kasumedangan
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sumedang Harry Tri Santosa membentangkan batik Kasumedangan. (Foto: Muhamad Rizal/detikcom)
Sumedang -

Seperti daerah lainnya di Jabar yang memiliki khas motif batik, Sumedang ternyata punya ciri khas batik. Namanya Kasumedangan.

Motif yang dibuat di antaranya Kuda Renggong, Teratai Pakuwon, Manuk Julang, dan Menara Loji. "Selain itu, ada motif Waduk Jatigede, Cadas Pangeran, Naga Paksi dan berbagai motif lain yang mengedepankan ciri khas Sumedang," pemilik Sanggar Batik Umimay, Enur (41), di kawasan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020).

Batik Kasumedangan dikembangkan sejumlah perajin bernaung dalam Sanggar Bati Umimay yang berlokasi di Jalan Kaum, RT 3 RW 4, Desa Jatisari, Kecamatan Tanjungsari, Sumedang. Enur merintis usaha batik Kasumedangan sejak 2011.

"Semua motif itu terinspirasi dari kebudayaan dan ikon Sumedang," ujar Enur.

Perajin mampu memproduksi 10 lembar kain batik cetak per hari dan lima lembar kain motif tulis sebulan. Bahan kainnya beragam. "Ada kain sutra, serat rami dan serat nanas. Bahan pewarnanya dari alam, seperti tumbuhan, akar-akaran, daun hingga buah-buahan," tuturnya.

Untuk peralatan membatik, Enur mengungkapkan, pihaknya masih mengandalkan dari Pekalongan, Jawa Tengah. "Kain mentahan batik sendiri, untuk bahan bakunya didatangkan dari daerah Pekalongan. Seperti alat tulis centang dan alat cetaknya pun sama," kata Enur.

Harga batik Kasumedangan yang diproduksinya bervariasi. Nilai harga berdasarkan jenis kain dan teknik pembuatannya. Batik cetak dibanderol Rp 75 ribu-Rp 200 ribu. Sedangkan batik lukis, mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3.5 juta per 2 × 2,5 meter.

Pengembangan batik Kasumandangan tengah dibidik Enur. Salah satunya memanfaatkan toko online. "Inginnya, ke depan itu pemasarannya bisa lewat online. Kalau selama ini, yang membeli datang langsung ke sanggar," tutur Enur.

Saat ini di Sumedang ada empat perajin batik Kasumedangan. Mereka tersebar di Kecamatan Tanjungsari, Pamulihan, Sumedang Selatan, dan Conggeang.

Pemkab Sumedang berjanji membantu mengembangkan pemasaran batik khas tersebut dan menjadikan produk unggulan Sumedang. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumedang Harry Tri Santosa segera berkoordinasi dengan Diskoperindag Sumedang untuk memberikan pelatihan pemasaran melalui online.

Pemkab Sumedang turut menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk memasarkan batik Kasumedangan. "Kami akan coba bantu pemasarannya. Akan kami koordinasikan dengan PHRI juga agar nantinya, tiap pengusaha hotel dapat membantu pemasarannya. Kami juga sudah bekerja sama dengan media daring agar semua produk Sumedang ini bisa dijual melalui online," tutur Harry.

(bbn/bbn)