Polisi Telah Identifiksi Pelaku Perundungan Siswi SMP di Kota Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 20:18 WIB
siswi smp di sukabumi jadi korban perundungan
Foto: Tangkapan layar video dari korban
Sukabumi -

Polisi telah mengidentifikasi pelaku perundungan terhadap seorang siswi SMP di Kota Sukabumi. Dalam waktu dekat, polisi rencananya akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan.

"Rencananya unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim akan melakukan pemanggilan dalam waktu dekat. Terduga pelaku sudah kami identifikasi," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Maolana melalui PS Paur Subbag Humas Bripka Solehudin saat dimintai konfirmasi detikcom, Senin (24/2/2020).

Dia menuturkan Unit PPA telah menerima laporan dari keluarga korban terkait kejadian tersebut. Pihaknya juga telah meminta keterangan kepada saksi yang ada di lokasi kejadian.

"Malam itu juga polisi bergerak memintai keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian," lanjut Soleh.

Berdasarkan keterangan, lanjut dia, korban bersama dua temannya dihadang oleh tiga orang seumuran yang tidak dikenal menggunakan satu sepeda motor. Mereka kemudian terlibat percakapan. Namun, tanpa sebab yang jelas, salah satu dari tiga orang tersebut mendekati korban sambil menampar dan menendang.

"Pada Minggu (23/02), Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota memeriksa sejumlah di antaranya dua orang teman korban yang pada saat itu mendampingi korban di TKP. Usai melakukan pemeriksaan para saksi, rencananya kami akan melakukan pemanggilan terlapor," ucap Soleh.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP di Kota Sukabumi diduga menjadi korban perundungan tiga anak perempuan yang diperkirakan usianya seumuran dengan korban. Selain ditampar, korban ditendang pelaku pada bagian vitalnya.

Arip Sopana, kakak korban, menceritakan peristiwa yang menimpa adiknya itu terjadi pada Jumat (21/2/2020) sore. Usai les matematika, adiknya itu mengantar temannya ke Sriwedari, Kota Sukabumi. Korban sendiri tinggal di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

"Saat itu adik saya antar temannya, katanya mau ambil buku di tempat itu. Tiba-tiba dihadang tiga orang perempuan, sepertinya masih seumuran. Adik saya ditanya nama seseorang, adik saya jawab tidak kenal," kata Arip kepada detikcom, Sabtu (22/2/2020).

(sya/mso)