Negara Rugi Rp 98 M, Terdakwa Pajak Fiktif Divonis 2-3 Tahun Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 21:18 WIB
Ilustrasi korupsi
Ilustrasi kasus yang merugikan negara. (Ilustrator Edi Wahyono)
Bandung -

Majelis hakim memvonis tiga terdakwa penyalahgunaan faktur pajak hukuman 2-3 tahun bui. Ketiganya terbukti bersalah menerbitkan faktur pajak fiktif. Negara rugi Rp 98 miliar akibat perbuatan mereka.

Vonis dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Bale Bandung kepada tiga terdakwa tindak pidana perpajakan berupa penerbitan faktur pajak Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya (TBTS) dalam sidang yang digelar di Pengadilan Bale Bandung pada Kamis (20/2). Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Wirjono Prodjodikoro.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana di bidang perpajakan," ucap majelis hakim dalam petikan vonis yang diterima detikcom, Jumat (21/2/2020).

Dalam kasus ini, duduk sebagai terdakwa yaitu AS alias DAS, AAP dan R. Dalam vonis yang dijatuhkan, AS dihukum 3 tahun enam bulan dengan denda Rp 98.058.726.832 subsider 6 bulan penjara, terdakwa AAP vonis 3 tahun enam bulan dengan denda yang sama, sementara R divonis 2 tahun dengan denda Rp 805.779.544 subsider satu bulan kurungan. Vonis yang dijatuhkan lebih ringan ketimbang tuntutan jaksa yang masing-masing dituntut 3-5 tahun penjara.

Atas putusan tersebut, ketiga terdakwa menerima hasil putusan. Sementara jaksa, menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Kasus ini bermula dari hasil penyidikan yang dilakukan oleh penyidik kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I. Dalam penyelidikan, Kanwil DJP bekerja sama dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar.

Selanjutnya
Halaman
1 2