Pemkot Cirebon Kaji Situs Kesultanan yang Rusak Gegara Proyek Perumahan

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 17:30 WIB
Lokasi Petilasan Sultan Matangaji
(Foto: Sudirman Wamad) ini lokasi Situs Kesultanan Cirebon yang rusak
Cirebon -

Situs keramat Sultan Sepuh V Matangaji rata dengan tanah akibat proyek pembangunan perumahan. Situs yang berlokasi di Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Jabar itu hanya menyisakan sejumlah batu bata merah.

Ternyata, situs milik Kesultanan Kasepuhan itu belum terdaftar sebagai benda cagar budaya di Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon. "Ya memang belum terdaftar sebagai cagar budaya," kata Kasie Sejarah dan Cagar Budaya DKOKP Kota Cirebon Wiyono saat dihubungi detikcom, Jumat (21/2/2020).

Wiyono mengatakan DKOKP berkoordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cirebon untuk mengkaji situs tersebut. "Kita sudah rapat, kita akan kaji nanti soal ini. Sebelumnya memang belum ada laporan. Jadi ini temuan yang akan kita kaji," ucap Wiyono.

Sebelumnya, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat meradang saat mendapatkan informasi tentang rusaknya petilasan Sultan Matangaji itu. Arief mengaku telah menyurati Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis terkait rusaknya peninggalan bersejarah tersebut.

"Saya waktu itu masih berada di luar kota. Kemudian dapat laporan tentang itu (perusakan situ). Saya panggil tim situs dan juru kunci. Ya sangat kami sesalkan. Ternyata sudah sebulan kejadiannya. Kita sudah surati wali kota karena ini kan terkait perizinan pembangunan perumahan," kata Arief saat berbincang dengan detikcom di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jumat (21/2/2020).



Arief tak menampik petilasan Sultan Matangaji belum terdaftar sebagai cagar budaya. Namun, lanjut dia, menurut Arief petilasan Sultan Matangaji merupakan peninggalan bersejarah yang sudah ada sekitar 1800.

"Nah kalau di undang-undang cagar budaya itu, yang dinamakan cagar budaya usianya lebih dari 50 tahun. Artinya ini sudah termasuk cagar budaya. Kelemahannya memang tidak ada data dan belum terdaftar," kata Arief.

Simak juga video Struktur Candi di Blitar Masuk Tipologi Era Majapahit:

[Gambas:Video 20detik]

(mud/mud)