ADVERTISEMENT

Anak Tiri Jadi Budak Seks Dukun Eyang Anom di Bandung Barat

Whisnu Pradana - detikNews
Jumat, 21 Feb 2020 15:10 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Ilustrasi kasus kekerasan seksual. (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)
Bandung Barat -

S alias Eyang Anom (50), seorang dukun kampung di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menjadikan satu anak tirinya budak seks. Polisi turun tangan menyelidiki kasus tersebut.

Perempuan berusia 18 tahun itu menjadi budak pelaku di rumahnya sendiri, tanpa sepengetahuan sang ibu. Ketua RW setempat, Dudi Suwandi, mengatakan kebejatan Eyang Anom terbongkar setelah korban berani bercerita pada ibunya mengenai perlakuan sang ayah tiri durjana.

"Jadi korban ini mengadu pada ibunya bahwa dia jadi pelampiasan nafsu ayah tirinya. Setelah tahu cerita si anak, dia langsung lapor ke saya, lalu saya antar ke pihak kepolisian untuk laporan," ujar Dudi saat ditemui di rumahnya, Jumat (21/2/2020).

"Dia (Eyang Anom) ini kerjanya sebagai dukun. Banyak orang yang datang ke rumahnya untuk minta sesuatu. Tapi kalau warga di sini enggak pernah ada yang datang ke dia," Dudi menambahkan.

Korban kemudian menceritakan secara rinci bagaimana aksi pemerkosaan tersebut bisa terjadi, namun tak diketahui sang ibu. Selama budak seks si ayah tiri, korban diancam menggunakan senjata tajam.

"Diancam katanya akan disakiti kalau lapor sama ibunya atau keluarga yang lain, makanya enggak berani bilang. Mungkin setelah dia enggak kuat menahan lagi, akhirnya berani bilang," tutur Dudi.

Simak Juga Video "Di Balik Jeruji: Eksploitasi ABG Pekerja Seks di Cafe Khayangan"

[Gambas:Video 20detik]



Ancaman kekerasan fisik tersebut ternyata bukan isapan jempol belaka. Sebab korban mengaku pernah beberapa kali dipukul oleh ayah tirinya sebelum dan setelah dirudapaksa.

"Ia ngaku sempat beberapa kali dapat kekerasan fisik. Ternyata ibunya juga pernah dianiaya pelaku, tapi mungkin karena permasalahan keluarga. Setelah tahu anaknya dicabuli, ibunya langsung minta cerai," ucap Dudi.

Saat ini korban dan ibunya masih tinggal di rumah yang menyimpan memori buruk untuk keduanya. "Sekarang masih tinggal di sini, tapi kami sebagai warga ikut menjaga dan menenangkan mereka," kata Dudi.

Polisi sudah menangkap Eyang Anom. Sang dukun tersebut masih menjalani pemeriksaan.

"Betul sudah diamankan tadi malam. Saat ini sedang kami lakukan pemeriksaan pada pelaku dan juga korbannya," kata Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro.

(bbn/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT