Dimediasi Polisi, Kelompok Massa Urung Demo PLTU Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 22:35 WIB
Kelompok Massa di Sukabumi
Sejumlah kelompok sempat menghimpun massanya di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Kelompok massa tergabung dalam Koalisi Ormas Bersatu (KOB) urung mendemo PT Indonesia Power (IP) selaku pengelola PLTU Jabar 2 Palabuhanratu. Sejumlah kelompok sempat menghimpun massanya di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Palabuhanratu.

Aksi berlatar urusan utang piutang pembangunan salah satu gedung di area PLTU itu memantik persoalan antara IP dan Forum Pengusaha Pekerja Lokal Palabuhanratu (FPPLP). Aksi demo itu batal dilakukan, Polres Sukabumi memediasi pertemuan antara kedua belah pihak.

Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra meminta kedua pihak untuk mengedepankan komunikasi yang baik dan sama-sama menjaga situasi kondusif. "Kami akan mengedepankan upaya persuasif dalam penanganan permasalahan antara PT IP dan mitra lokal. Namun demikian, kami tidak segan-segan mengambil langkah tegas apabila ada salah satu pihak yang bertindak tak sesuai aturan hukum berlaku," ujar Nuredy, Selasa (18/2/2020).

Koordinator FPPLP dan KOB M Tahsin Roy menjelaskan permasalahan ini berawal dari proyek pembangunan gedung Dormitory di area PLTU yang tidak kunjung dibayar oleh kontraktor utama yang ditunjuk oleh PT IP yakni PT WS. "PT WS kala itu mengadakan kerja sama dengan Sub Kontraktor lokal yakni CV KMM dan PT Karya Delima Persada (KDP)," kata Tahsin.

Saat proses pembangunan, pada 2014, terjadi permasalahan antara PT WS dengan dua subkontraktornya. PT WS disebut menunggak pembayaran hingga Rp 2,1 miliar.

"Permasalahan adanya tunggakan sudah diketahui PT IP pusat di Jakarta dan para pihak bersangkutan sempat melakukan mediasi. Namun mediasi itu tidak terselesaikan hingga saat ini," kata Tahsin.

Selanjutnya
Halaman
1 2