10.600 Masker Dikirim ke China untuk Warga Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 17:37 WIB
VANCOUVER, BRITISH COLUMBIA - APRIL 4:  Reporter Wendy Luo holds up a N95 mask manufactured by 3M, one of the only masks that guards against germs such as severe acute respiratory syndrome (SARS) April 4, 2003 in Vancouver, British Columbia, Canada. A SARS clinic opened at noon today at St. Vincents Hospital in Vancouver, British Columbia, Canada. SARS is a flu-like illness which has killed at least 80 people, mostly in Asia, and more than 2,200 have been infected around the world. U.S. President George W. Bush listed the mystery virus as a communicable disease by executive order today.  (Photo by Don MacKinnon/Getty Images)
Ilustrasi pengguna masker (Foto: iStock)
Bandung -

Sebanyak 10.600 masker dikirimkan tim Jabar Bergerak bagi warga Jabar yang tinggal di Hongkong dan Chongqing, China. Pasalnya, wabah COVID-19 membuat stok masker terbatas di negeri Tirai Bambu itu.

Ketua Jabar Bergerak Atalia Praratya mengatakan ribuan masker tersebut didistribusikan melalui PT Pos kepada Konsulat Jenderal RI di Hongkong, Selasa (18/2/2020) sore.

"Banyak sekali warga Jabar yang tinggal di sekitar wilayah China khususnya Hongkong masuk melalui media sosial saya dan Pak Ridwan Kamil kesulitan mereka mencari masker dan kebutuhan rumah tangga lainnya," kata Atalia di Gedung Pakuan, Bandung.

"Kemudian kami tergerak karena saking masifnya informasi ke kami untuk melakukan pengumpulan dana membantu masyarakat di sana. Kita baru bisa mengirimkan 10 ribu masker," kata istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil itu.

Menurutnya, jumlah masker yang dikirimkan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga Jabar di China. Ia pun akan menggalang bantuan, sekaligus menginventarisasi kebutuhan yang diperlukan.

"Kebutuhannya itu banyak sekali hanya memang kita baru kirimkan sebagian kecil saja. Mudah-mudahan nanti dibantu komunitas dan organisasi lainnya," ujar Atalia.

Bila lancar, rencananya ribuan masker itu akan tiba dalam tiga hari mendatang di Konjen RI. Pendistribusiannya pun akan dilaksanakan oleh Konjen RI bagi warga Jabar yang membutuhkan.

"Dengan demikian mereka akan bisa melihat mana warga yang belum mendapat bantuan. Kami berharap wabah ini segera hilang. Jadi tak perlu lagi ada penambahan lainnya," ucap Atalia.

Ia pun telah memastikan tak ada warga Jabar yang terinfeksi COVID-19. Kendati begitu, banyak warga yang tak berani keluar rumah karena khawatir terpapar virus.

"Banyak yang terjadi pembelian dalam jumlah besar di toko di sana karena kekhawatiran habisnya stok bahan baku khususnya pangan toilet paper. Kalau masker harganya tak terkendali sangat mahal," ujar Atalia.

Tonton juga video Isu TKA Bikin China Batal Investasi Rp 20 Triliun:

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)