Menengok Bengkel Difabel Pengrajin Tangan-Kaki Palsu di Bandung

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 17 Feb 2020 14:35 WIB
Produk bengkel tangan dan kaki palsu di Bandung
(Foto: Yudha Maulana) Produk bengkel tangan dan kaki palsu di Bandung
Bandung -

Kecelakaan tragis di Garut yang terjadi pada 1998 lalu, membuat Indra Semedi (47) kehilangan kedua kakinya. Walau begitu, Indra tak patah semangat, justru ia terpacu untuk membantu orang lain yang senasib, lewat tangan dan kaki palsu buatannya.

Suara deru mesin bor menggema saat detikcom mendatangi bengkel kerajinan tangan dan kaki palsu milik Indra di Kawaluyaan Baru 1, RT 1 RW 6, Kelurahan Sukapura, Kiaracondong, Kota Bandung.

Terlihat Indra dan seorang temannya tengah berjibaku membuat lekukan kaki dari lempengan alumunium. Tangannya cekatan saat menggambar dan memotong pola, lalu mematri lempengan itu agar kokoh.

Pembuatan kerajinan ini, kata Indra, dilatarbelakangi saat ia mencari kaki palsu untuk menopang badannya pada 2009 lalu. Saat itu, harga sepasang kaki palsu cukup mahal di sebuah rumah sakit, yakni Rp 24 juta.

"Lumayan mahal, akhirnya saya ngulik untuk membuat sendiri. Sebelum menekuni pembuatan kaki palsu, saya juga pernah usaha rental Playstation dan kerajinan aksesoris," ucap Indra saat ditemui detikcom, Kamis (13/2/2020).

"Setelah itu saya belajar mesantren di Sukabumi, baru kemudian menekuni usaha kado ulang tahun, baru dari situ ke kaki palsu," tambahnya.

(Foto: Yudha Maulana) produk-produk kaki palsu

Penyempuranaan produk kaki dan tangan palsu ini memakan waktu satu tahun, hingga akhirnya ditawarkan ke pasar. Ia pun mencoba membuat produk dengan mengadaptasi produk sejenis dari luar negeri.

"Saya coba mengakali dengan PVC, selama satu tahun saya melakukan ujicoba, hingga akhirnya dipromosikan, untuk kaki dari paha ke bawah, saya jual Rp 5 juta," katanya.

Kini dalam sebulan, Indra bisa memproduksi hingga 10 pasang kaki palsu. Produknya pun telah melanglangbuana hingga ke berbagai penjuru di Indonesia seperti Jawa, Kalimantan, Papua, bahkan Malaysia.

Indra pun tak ragu menggratiskan kaki-palsu buatannya kepada yang membutuhkan, khususnya bagi penyandang disabilitas yang berasal dari kalangan tak mampu.

"Sekarang donaturnya masih suka lepas-lepas, tapi kami juga terkadang bekerjasama dengan yayasan. Istilahnya subsidi silang, harga juga masih harga 'duduluran', tapi saya lihat dulu orangnya gimana," kata Indra yang memperkerjakan lima pegawai disabilitas itu.

Keunggulan dari kaki dan tangan palsu Indra adalah biaya perawatannya yang murah. Karena semua komponen kaki, dibuat dari nol di dalam bengkel kerjanya.

Jadi, bila ada satu bagian yang rusak, tak
perlu mengganti seluruh bagian, seperti produk lainnya. "Hanya saja sekarang ini kami masih pindah-pindah, karena masih mengontrak," katanya.

(mud/mud)