Round-Up

Gigitan Ular Weling Renggut Nyawa Balita Cirebon

Sudirman Wamad - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 22:27 WIB
Ular weling atau Bungarus candidus alias Malayan Banded Krait. (Dok Instagram Sioux Indonesia)
Ular weling atau Bungarus candidus. (Dok Instagram Sioux Indonesia)

Gigitan Ular Menyerang Saraf Bocah

Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Maria mengatakan sejak hari pertama dirawat, Adila hanya diberikan antivenom untuk bisa ular welang. Antivenom dari jenis ular yang berbeda. Sebab, pihaknya tak memiliki antivenom ular weling.

"Sudah kita masukan (suntikan) antivenom, tapi antivenom ular welang sekitar 10 vial," kata Maria di RSD Gunung Jati, Rabu (12/2/2020).

Maria mengatakan dokter dari WHO telah meninjau kondisi korban. Namun, hingga saat ini antivenom untuk bisa ular weling Cirebon itu belum ditemukan.

"Dokter Tri masih konsultasi dengan guru, profeser-profesornya yang di Thailand dan Australia untuk mencari antibisa atau antivenomnya. Soalnya antivenom yang kita miliki ini tidak masuk," ucap Maria.

Maria menyebutkan bisa ular weling menyerang saraf dan sel darah Adila. Selama dirawat, kondisi sel darah Adila terus menurun. Setelah menjalani perawatan lima hari di rumah sakit, tepatnya Rabu sore kemarin, kondisi Adila semakin meburuk. Tim medis sempat memakai alat pacu jantung untuk membantu memulihkan kondisi Adila.

Adila menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 20.30 WIB, Rabu kemarin. Pagi ini, Kami (13/2/2020) Adila dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Dinas Kesehatan (Dinkes) menjamin biaya perawatan Adila selama dirawat di RSD Gunung Jati.

Halaman

(bbn/bbn)