Polisi Terus Telusuri Klaim Deposito Rp 6,8 Triliun Rangga cs di Bank Swiss

Mukhlis Dinillah - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 16:26 WIB
Raden Rangga Sunda Empire
Foto: Baban Gandapurnama/detikcom
Bandung -

Polisi terus mendalami penyebaran berita bohong yang melibatkan tiga petinggi Sunda Empire. Polisi mengecek klaim dokumen deposito Rp 6,8 triliun yang dimiliki Sunda Empire di bank Swiss.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga mengatakan penyidik sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Swiss terkait dokumen deposito tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil pengecekan tersebut.

"Kami menunggu pemeriksaan dari Kedutaan soal keabsahan dokumen deposito USD 500 juta atas klaim mereka (petinggi Sunda Empire)," kata Erlangga via telepon seluler, Selasa (11/2/2020).


Ia menuturkan deposito di bank Swiss tersebut dipakai para tersangka untuk merekrut anggota Sunda Empire. Mereka diiming-imingi deposito Rp 6,8 triliun yang akan dicairkan ketiga tersangka.

Polisi juga sudah meminta keterangan kepada tujuh anggota Sunda Empire yang diperiksa sebagai saksi. "Para anggota mengikuti Sunda Empire ini tergiur oleh harapan setelah ada pencairan deposito dari bank Swiss yang deposito USD 500 juta. Harapannya bisa mendapatkan dari itu. Jadi tertarik mengikuti Sunda Empire," ungkap dia.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka lantaran penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran sesuai Pasal 14 dan/atau 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Ketiganya terancam dibui 10 tahun.

Saat ini ketiga tersangka ditahan di Mapolda Jabar, Kota Bandung. "Dari seluruh keterangan, penyidik telah melakukan gelar perkara. Dari hasil keterangan ahli dan dari alat bukti, penyidik berkesimpulan telah memenuhi unsur pidana seusai Pasal 14 dan/atau 15," ucap Saptono.

Simak Video "News of The Week: Kobe Bryant Tewas, Runtuhnya Sunda Empire"

[Gambas:Video 20detik]

(mud/ern)