Kisruh Pilkades Waringinsari Cianjur, Polisi: Sudah Clear Semua

Ismet Selamet - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 18:09 WIB
Foto: dok. Istimewa
Cianjur - Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto menyatakan kisruh soal Pilkades di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, sudah ditangani.

"Sudah clear semuanya, tidak ada yang diamankan karena tidak ada korban atau bentrokan," ujarnya di halaman Mapolres Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh, Selasa (21/1/2020).

Juang membantah terjadi pembakaran satu unit sepeda motor. Menurut Juang, yang dibakar oleh massa saat menggeruduk panitia di Kantor Desa Waringinsari hanya berupa kayu yang tidak terpakai.

"Nggak, nggak ada kalau sepeda motor, nggak ada. Hanya kayu yang dibakar warga," ujar Juang.

Juang mengatakan gejolak di Desa Waringinsari terjadi karena ketidakpuasan salah satu pihak atas proses seleksi calon kepala desa. Namun dia memastikan masalah tersebut sudah ditangani dan tidak akan ada lagi permasalahan.



Sementara itu, Camat Takokak Aziz Muslim membenarkan adanya protes dari warga yang berujung dengan aksi bakar ban, kayu, hingga satu unit sepeda motor.

"Iya, untuk yang bakar sepeda motor kemarin. Itu pun sepeda motor warga yang memang sudah rusak, bukan milik perangkat desa," ujar Aziz.

Menurutnya, unsur Muspika Kecamatan Takokak sudah berusaha menengahi dan meredam gejolak yang berawal dari tidak terimanya warga atas hasil seleksi calon kepala desa.

Warga merasa keberatan lantaran calon yang lolos seleksi dianggap bukan putra daerah, padahal dua di antaranya merupakan warga asli Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak.

"Sebelumnya ada sembilan bakal calon kepala desa, dan yang ikut seleksi akademik beberapa hari lalu ada delapan orang. Dari delapan orang tersebut, lima yang terbaik ditetapkan sebagai calon kepala desa. Tapi mungkin ada kekecewaan dari warga, karena ada incumben yang tidak lolos. Padahal sudah dijelaskan seleksinya sudah sesuai aturan," jelasnya.

Dengan adanya gejolak tersebut, pihak panitia Pilkades Waringinsari dan Pemerintah Kecamatan bakal menunggu arahan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur. Pengumuman calon kepala desa yang harusnya dilaksanakan pada Selasa (21/1/2020) pun ditunda.

Kepala DPMD Kabupaten Cianjur Ahmad Danial mengaku bakal menggali dulu informasi dari panitia dan pemerintah kecamatan sebelum mengeluarkan keputusan.

"Kami dalami dulu, supaya nanti ada solusi terbaik dan putusannya bisa diterima oleh semua pihak," ungkap Danial. (ern/ern)