Kabupaten Ciamis Rawan Bencana, 1.000 Personel Gabungan Disiagakan

Dadang Hermansyah - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 11:08 WIB
Foto: Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengecek peralatan untuk hadapi bencana (Dadang Hermansyah/detikcom)
Ciamis - Kabupaten Ciamis termasuk daerah dengan potensi bencana cukup tinggi. Ciamis saat ini menduduki peringkat daerah rawan bencana ke lima di Jabar dan ke 16 di Indonesia. Bahkan sejak awal Januari 2020 sampai saat ini, beberapa wilayah di Kabupaten Ciamis telah dilanda bencana angin kencang dan tana longsor.

Demi meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana, Pemkab Ciamis bersama aparat TNI-Polri menggelar apel siaga bencana di Alun-alun Ciamis, Selasa (21/1/2020). Apel siaga bencana dilakukan sebagai bentuk kesungguhan dalam penanganan bencana di Ciamis.


Dalam apel tersebut, sebanyak kurang lebih 1.000 personel gabungan terdiri dari instansi di Pemkab Ciamis, BPBD, Damkar, Tagana, Satpol PP, PMI dan Dishub Ciamis disiagakan. Anggota Polres Ciamis dan anggota Kodim 0613 Ciamis, termasuk dibantu para relawan dari masyarakat dan lembaga lainnya.

"Ini salah satu kesungguhan kita dalam penanganan apabila terjadi musibah. Mudah-mudahan tak ada musibah. Tapi perlu diingat Ciamis peringkat ke 5 rawan bencana di Jabar dan ke 16 di Indonesia dari 494 Kota/Kabupaten," ujar Bupati Ciamis Herdiat Sunarya usai apel.

Herdiat mengatakan bencana yang sering terjadi di Ciamis longsor, banjir dan angin kencang. Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Herdiat menginstruksikan untuk tingkatkan kesiapsiagaan bencana alam di daerah. Jaga peralatan yg dimiliki agar berfungsi dgn baik. Semua SKPD harus memahami dan menjalankan tupoksi sesuai dengan kontijensi

"Tetap waspada dan mengenali jenis bencana yang kemungkinan terjadi di lingkungan masing-masing. Terus melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi tentang bencana alam kepada masyarakat," tegas dia.


Pemkab Ciamis juga menyiapkan anggaran bencana sebesar Rp 10 miliar. Anggaran tersebut disiapkan dalam belanja tak terduga (BTT). Anggaran tersebut digunakan apabila dinyatakan tanggap darurat atau dalam kondisi force major.

"Saya kira setiap tahun selalu dianggarkan Rp 5 miliar sampai Rp 10 miliar, tergantung kondisi keuangan daerah. Ketika kondisi force major itu baru digunakan," kata Herdiat.

Terkait dengan kelengkapan peralatan kebencanaan, Herdiat menyatakan lengkap tapi masih kurang. Seperti perahu karet yang dimiliki Pemkab Ciamis baru 2 unit, termasuk tangki pengangkut air bersih masih kurang.

"Dikatakan lengkap semua ada, tadi di cek semua ada cuma dibilang kurang ya memang masih banyak kurangnya, peralatan perlu ditambah," jelas Herdiat. (mso/mso)