Mobil Tabrak Pohon Lalu Terbakar di Pangandaran, Pengemudi Tewas

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 21:20 WIB
Foto: Istimewa
Bandung - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Banjar - Pangandaran Blok Dusun Kedung Palumpung Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang, Senin (20/1/2020) sore. Seorang pengendara mobil jenis Kijang Super Nopol D 1573 YC meninggal dunia setelah mobilnya menabrak pohon lalu terbakar.

Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Mahmud (58) warga Dusun Karangmulya Desa Langkapsari Kecamatan Banjaranyar Kabupaten Ciamis. Ia naik mobil bersama Jaja (51), warga Ciamis, yang duduk di sampingnya. Mobil melaju dari Banjaranyar menuju Pangandaran.

Tiba di lokasi kejadian, mobil tiba-tiba oleng ke kanan dan tak terkendali. Mobil meluncur menghantam pohon mahoni dan rebah ke kiri. "Sopir seperti mengantuk, soalnya mobil tiba-tiba nyelonong menabrak pohon," kata Dadan, warga sekitar lokasi kejadian.

Setelah itu, Dadan bersama warga lainnya sempat berusaha menolong. Tapi dari bagian kap mobil terlihat api berkobar dan asap pekat. Warga sempat ragu untuk mendekat, karena takut mobil meledak.

"Tapi melihat kedua bapak itu berusaha keluar, warga akhirnya memberanikan diri menyelamatkannya," kata Dadan. Bergegas warga mengevakuasi kedua korban dari dalam kabin mobil yang ringsek. Setelah itu keduanya dilarikan ke Puskesmas Padaherang.
Mobil Tabrak Pohon Lalu Terbakar di Pangandaran, Pengemudi TewasFoto: Istimewa

Tak lama setelah itu, api yang berkobar di kap mobil terus membesar. Kepanikan terjadi, warga dan pengendara yang melintas menjauh. Mereka sempat takut terjadi ledakan.

Tapi akhirnya sejumlah warga memberanikan diri menyiram api dengan peralatan seadanya. Tak lama berselang mobil pemadam kebakaran Pemkab Pangandaran datang memadamkan api secara total.

Sementara itu Mahmud sopir mobil nahas itu akhirnya meninggal dunia setelah beberapa saat berjuang melawan luka-luka serius yang dideritanya. Mahmud meninggal dunia saat mendapat perawatan tim medis Puskesmas Padaherang.

Petugas Polsek Kalipucang, Bripka Syamsul mengatakan dugaan sementara kecelakaan tunggal itu dipicu sopir yang mengantuk atau kurang konsentrasi. "Dugaan sementara demikian (mengantuk), tapi perlu penyelidikan lebih lanjut," singkatnya. (ern/ern)