Jabar Hari Ini: Kerangka Manusia Terungkap-Ipah Ditemani 'Gadis Baju Merah'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 20 Jan 2020 20:09 WIB
Kerangka manusia duduk di sofa rumah kosong di Kabupaten Bandung (Foto: dok. Polsek Margahayu)
MUI dan Pengungsi Rumah Deret Tamansari

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bandung Wetan mengeluarkan surat edaran mengenai adanya penyalahgunaan Masjid Al Islam oleh warga RW 11 terdampak penggusuran Rumah Deret Tamansari, Kota Bandung. MUI Bandung Wetan meminta masjid steril dari pengungsi.

Surat edaran yang dikeluarkan MUI Kecamatan Bandung Wetan pada tanggal 16 Januari 2020 itu, berisi penyalahgunaan Masjid Al Islam karena dimanfaatkan pengungsi warga terdampak rumah deret Tamansari. Hal itu menindaklanjuti surat edaran MUI Kota Bandung mengenai fungsinya penggunaan masjid.


Dalam surat tersebut, MUI Bandung Wetan meminta seluruh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) mengembalikan fungsi masjid sebagaimana mestinya.

"Betul surat edaran itu menindaklanjuti surat edaran kami tentang penggunaan masjid pada 15 Januari lalu. Surat edaran ini kami keluarkan atas permintaan dari MUI kelurahan dan kecamatan di sebagian daerah," kata Sekretaris MUI Kota Bandung Irfan Syafrudin kepada wartawan, Senin (20/1/2020).


Ia menuturkan dalam surat edaran tersebut menekankan pada fungsi utama masjid yakni sebagai tempat ibadah. Namun ia tidak memungkiri ada fungsi sosial dari masjid seperti tempat pengungsian ketika terjadi bencana yang membuat warga kehilangan tempat tinggal.

"Sebetulnya kalau dimanfaatkan sebagai pengungsian korban penggusuran tidak ada yang salah. Karena sifatnya darurat dan mereka tidak punya tempat tinggal saat itu. Tapi dengan catatan tidak ada yang dilanggar ketika tinggal di sana," tutur Irfan.

Jabar Hari Ini: Kerangka Manusia Terungkap-Ipah Ditemani 'Gadis Baju Merah'Masjid yang dihuni pengungsi korban penggusuran rumah deret Tamansari Bandung.(Foto: Mukhlis Dinillah/detikcom)
Pengungsi korban penggusuran rumah deret Tamansari angkat bicara mengenai adanya surat edaran MUI Bandung Wetan yang meminta masjid disterilkan. Pengungsi meminta waktu kepada MUI untuk mencari tempat tinggal lain.

Salah seorang perwakilan pengungsi, Eva Eryani, mengaku sudah menerima surat edaran tersebut. Pihaknya berencana membalas surat tersebut dalam waktu dekat setelah dilakukan musyawarah bersama dengan pengungsi lainnya.

"Kita rencananya mau musyawarah dulu terkait balasan suratnya seperti apa. Intinya kita minta waktu, semoga MUI mengerti kondisi kami," kata Eva saat dihubungi.
Halaman

(mso/bbn)