Kaleidoskop 2019: Terbongkarnya Aksi 'Seks Gangbang' Biduan di Garut

Hakim Ghani - detikNews
Sabtu, 28 Des 2019 19:12 WIB
(Foto: Edi Wahyono/detikcom) Ilustrasi gangbang Garut

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka serta beberapa saksi yang dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan tersebut terungkap bahwa video 'seks gangbang' dibuat tahun 2018 silam. Saat video tersebut dibuat, sambung Budi, tersangka VA dan Rayya merupakan pasangan suami istri.

"Adegan dalam video dilakukan di kawasan Cipanas, Juni 2018," katanya.

Motif Video Seks Gangbang

Setelah melalui proses penyelidikan, VA dan Rayya kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. VA ditahan di Mako Polres Garut sedangkan Rayya tidak lantaran tengah sakit keras.

Polisi kemudian mengungkap alasan yang menjadi motif para pelaku melakukan adegan-adegan dalam video 'seks gangbang' tersebut.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi 'seks gangbang' tersebut terjadi. Pertama, kata Budi, pemeran VA murni mencari duit dari adegan tersebut.

Saat proses penyelidikan, VA mengaku kepada polisi bahwa dia dijual oleh Rayya, mantan suaminya.

"Dia (VA) murni cari duit. Jadi memang VA dijual oleh (mantan) suaminya. Tapi VA menghendaki dan dia mendapatkan bayaran," ujar Budi.

Berdasarkan hasil penyelidikan, sambung Budi, diketahui Rayya menjual VA kepada pria lain dengan tarif Rp 700 ribu untuk durasi tiga jam, dan Rp 400 ribu untuk durasi satu jam. "Setiap melakukan aksi, VA diberi upah Rp 500 ribu. Si VA ini murni cari duit," tutur Budi.

Sementara VA sendiri mengelak saat dikonfirmasi alasan tersebut. Menurut VA, dia terpaksa melakukan aksi tersebut lantaran dipaksa oleh Rayya.

Saat diwawancarai detikcom di Mako Polres Garut, VA mengungkap alasan yang melatarbelakanginya rela melakukan hal tersebut.

"Awalnya (Rayya bilang) bosan dengan (seks) yang gitu-gitu saja. Kemudian Aa (nama panggilan Rayya) minta saya melakukan hubungan intim yang berbeda," ujar VA.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3