Bangunan Dieksekusi, 40 Siswa PAUD Ciajur Terancam Tak Bisa Belajar

Ikbal Selamet - detikNews
Senin, 16 Des 2019 15:02 WIB
Para guru PAUD Almarwiyah dibantu petugas membereskan barang dan perlengkapan belajar. Bangunan sekolah yang digunakan untuk kegiatan belajar itu turut dieksekusi PN Cianjur. (Foto: Ikbal Selamet/detikcom)

Kondisi itu membuat para siswa terancam tidak bisa melanjutkan kegiatan belajarnya hingga akhir tahun ajaran. Padahal, selain siswa PAUD, lokasi belajar juga menjadi kegiatan belajar agama bagi puluhan anak di Desa Maleber, Kecamatan Karangtengah.

"Tidak tahu bagaimana, kalau ada tempat baru yang juga tidak ada biaya sewa kami akan pakai sementara. Namun jika tidak ada kemungkinan para siswa tidak bisa melanjutkan kegiatan belajarnya, termasuk anak-anaknya yang mengikuti sekolah agama di sini," ucap Euis.


Di sisi lain, pihak pemohon eksekusi menegaskan bahwa bangunan yang digunakan untuk PAUD harus dikosongkan, tidak hanya bangunan yang ditempati pemilik rumah. Karena pihak pemohon sudah memberi waktu sejak Juni untuk mengosongkan bangunan.

"Saya kan sudah bilang dari Juni agar dikosongkan, coba ibu di posisi saya. Makanya tidak bisa, segera kosongkan," kata salah seorang perwakilan pemohon eksekusi kepada para guru PAUD Almarwiyah.

Eksekusi pengosongan bangunan berdasarkan Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur nomor 3/PDT/EksLelang/2019 pada 25 September 2019, serta berita acara teguran pada 3 dan 15 Oktober 2019. Bangunan itu sudah menjadi hak milik dari pemohon eksekusi atas lelang sebidang tanah seluas 1.490 meter persegi, berdasarkan risalah lelang nomor 1228/32/2019 yang dikeluarkan pejabat lelang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor pada 8 Agustus 2019.



Tonton juga video Hujan Deras Terjang Sukabumi, Bangunan Sekolah Porak-poranda!:

[Gambas:Video 20detik]

selanjutnya
Halaman

(bbn/bbn)