Roud-Up

Detik-detik Penghancuran Rumah Warga untuk Proyek Rumah Deret Tamansari

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 13 Des 2019 08:52 WIB
Suasana saling dorong saat dilaukan proses penertiban. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Seperti diketahui rencana pembangunan Rudet Tamansari sudah dimulai sejak tahun 2017 kepemimpinan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, kala itu Oded masih menjadi Wakil Wali Kota Bandung.

Rudet sendiri dibangun di lahan milik Pemkot Bandung yang sejak puluhan tahun ditempati oleh warga. Tujuan pembangunan rumah vertikal itu untuk mengurangi kawasan kumuh sekaligus memfasilitasi warga lain yang belum memiliki rumah.

Selama proses pembangunan warga terdampak dipindahkan ke Rusunawa Rancacili atau mendapat uang kontrakan. Nantinya, setelah pembanguann rudet selesai warga diperkanankan pindah kembali ke rudet dengan sejumlah aturan.

Upaya Pemkot Bandung Bangun Rumah Deret Tamansari Diwarnai KericuhanFoto: Tri Ispranoto

Pembangunan yang ditargetkan satu tahun itu tak terealisasi lantaran ada sejumlah kecil warga yang menolak. Terakhir, ada 6 yang menolak dan 7 keluarga setuju pembangunan tapi belum sepakat terkait uang kerahiman.

Warga yang menolak menempuh jalur hukum. Namun hingga tingkat banding, mereka dinyatakan kalah oleh pengadilan.

Kini proses pembanguann rumah deret sudah bisa dilakukan. Sebab tidak ada lagi warga yang menghuni kawasan tersebut. Menurut rencana, proses pembangunan rudet akan dimulai dalam waktu dekat. Pembangunan tahap pertama sebanyak 200 unit ditargetkan pada Juni 2020.

"Perkiraan kami, pematangan lahan satu bulan. Itu bagian dari total pelaksanaan enam bulan. Jadi diharapkan Juni 2020 sudah punya rumah deret yang untuk tahap satu sebanyak 200 unit," kata Kepala DPKP3 Kota Bandung Dadang Darmawan.

Selain pembangunan rumah deret, di lokasi itu juga akan ditata melalui bantuan pemerintah pusat. Pemerintah pusat melalui program Kotaku telah menyiapkan anggaran Rp 11 miliar untuk penataan kawasan kumuh.

"DAK sekitar Rp 11 miliar. Ini untuk rumah deret meneruskan kontrak 2017 sebesar Rp 66 miliar," ucap Dadang.

Halaman

(dir/tro)