Idap Kanker Paru, Tubuh IRT Sukabumi Ini Kering Kerontang

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 07 Des 2019 08:16 WIB
Purwanto setia merawat istrinya, Tati Sujiwati (37), yang terbaring di tempat tidur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Purwanto setia merawat istrinya, Tati Sujiwati (37), yang terbaring di tempat tidur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Tati Sujiwati (37), ibu rumah tangga (IRT) warga Sukabumi, Jawa Barat, mengidap kanker paru. Akibat penyakit yang diderita itu tubuhnya kurus kering kerontang. Berat badannya menyusut drastis.

Kini ibu tiga anak tersebut menggantungkan hidupnya sang suami, Purwanto (36), dan ibunya, Yayah Sutiah (70). "Sudah sejak pertama menikah 11 tahun yang lalu memang mengeluh ada benjolan di bagian gusi. Pernah mau cabut gigi karena sakit tapi ternyata divonis katanya ada tumor. Pihak medis Puskesmas saat itu mengaku tidak berani melakukan pencabutan," kata Purwanto kepada detikcom di kediamannya, Gang Setuju, Kampung Cijangkar Wetan, RT 3 RW 6, Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jumat (6/12).

Berat badan Tati turun dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Awalnya berbobot 50 kilogram, kini 24 kilogram. Sehari-hari ia terbaring lemah di tempat tidurnya.

"Saya kaget, setelah pemeriksaan lanjutan istri saya ternyata divonis kanker paru-paru, itu yang membuat badannya drop. Saya pikir soal turunnya berat badan istri saya akibat TBC karena ada batuk-batuknya juga," ujar Purwanto.

Idap Kanker Paru, Tubuh IRT Sukabumi Ini Kering KerontangPurwanto setia merawat istrinya, Tati Sujiwati (37), yang terbaring di tempat tidur. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Purwanto setia mengurus sang istri. Tiga buah hati kini hanya mendapat perhatian penuh darinya dan neneknya, ibu dari Tati. Ia bahkan berhenti dari pekerjaannya demi keinginannya fokus mengurusi sang istri.

Kebutuhan sehari-hari ia penuhi dengan berjualan telepon seluler, sehari ia bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. "Kalau jualan sepi pulang tangan kosong, kalau berjualan begini kan lebih bebas. Kalau ada apa-apa sama istri saya lebih cepat, bagaimanapun anak pertama sudah SD yang kedua PAUD butuh biaya ekstra," tuturnya.

Purwanto berharap istrinya mendapat kemoterapi di RSHS Bandung. "Kalau jadi dirawat di Bandung mungkin nanti mertua saya yang jaga anak, tapi saya bingung untuk kebutuhan mereka. Saya pasti harus fokus juga di sana jagain istri," ucapnya.

Kisah tentang Purwanto yang setia mengurus istri dan tiga anaknya viral di aplikasi pesan singkat. Dalam sebuah foto terlihat Purwanto menggendong anak sambil menjaga sang istri. Purwanto sendiri mengaku tidak menyangka akan banyak pihak yang meperhatikan kehidupannya, namun ia bersyukur banyak pihak yang peduli membantu meringankan bebannya.

"Ini sudah tanggung jawab saya sebagai laki-laki, 11 tahun saya bertahan dan setiap saat berharap istri saya bisa sembuh seperti semula," kata Purwanto. (sya/bbn)