Gelapkan Onderdil Rp 5,4 M, Eks Karyawan PT DI Divonis 2,5 Tahun Bui

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 05 Des 2019 14:00 WIB
Sidang lima terdakwa penggelapan spare part atau onderdil pesawat milik PT DI senilai Rp 5,4 miliar. (Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Putusan para terdakwa ini lebih rendah ketimbang tuntutan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung. Dalam tuntutan, terdakwa dituntut paling rendah 1 tahun dan paling tinggi 3 tahun bui.

Dalam putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana sesuai yang diatur pada Pasal 374 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.


Kasus ini bermula saat Randenaswara menghubungi Agus untuk mengambil spare part atau onderdil di dalam gudang. Sebanyak 18 spare part itu kemudian diambil Agus saat kondisi kantor sudah sepi.

Terdakwa Agus kemudian mengambil spare part pesawat yang dipesan dan dimasukkan ke dalam tas punggung. Kemudian tas itu dibawa terdakwa ke hangar tempat Randenaswara bekerja. Kemudian tas punggung terdakwa ditukarkan dengan tas milik Randenaswara.

Agus tak hanya sekali melakukan aksi tersebut. Agus juga mengajak Indra Nanda Lesmana untuk melakukan aksi gelapnya. Saat itu, Agus meminta Indra mengambil empat buah konektor di gudang tempatnya bekerja untuk diberikan kepada Randenaswara.


Terdakwa Agus menawarkan fee Rp 500 ribu untuk satu buah konektor. Indra menyanggupi dan mengambil empat buah konektor dari gudang tanpa melalui mekanisme pengeluaran barang yang berlaku.

Total 18 spare part yang diambil oleh Agus dan Indra ini kemudian diserahkan kepada Randenaswara. Oleh Randenaswara, spare part itu kemudian dijual secara bertahap kepada pihak luar dengan total nilai keseluruhan Rp 429.500.000.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3