detikNews
Selasa 03 Desember 2019, 21:37 WIB

Pasutri Kasus Pengantin Pesanan Incar Mahasiswi

Yudha Maulana - detikNews
Pasutri Kasus Pengantin Pesanan Incar Mahasiswi Foto: Yudha Maulana
Cimahi - Sepasang suami istri terlibat dalam kelompok penyelendupan manusia ke Tiongkok. Mereka adalah EM (WNI) dan suaminya SD (WN Tiongkok). Keduanya diciduk petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung karena dugaan upaya penyelundupan manusia.

Pasangan itu telah menikahkan dua pria berkebangsaan Tiongkok dengan wanita asal Kota Cimahi. SD kini sudah menjalani sidang perdana kasus ini.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Yosa Anggara, mengatakan, korbannya merupakan mahasiswi dan pekerja lepas (freelancer).

"Proses perekrutannya, mereka mendatangi calon korban dengan membawa foto pria berkewarganegaraan Tiongkok. Kemudian diming-imingi sejumlah mahar," ujar Yosa.

"Jadi kalau disebut mereka mengincar kalangan menengah ke bawah itu tidak ya, karena korbannya juga merupakan mahasiswi di sebuah universitas swasta di Bandung," ujar Yosa melanjutkan.

SD telah lebih dulu diamankan pada 8 Juli 2018 lalu dan kini sudah disidang. Ia dan istrinya mendapatkan Rp 110 juta dari setiap pengantin yang berhasil dinikahkan. Mereka mendapatkan uang tersebut dari JS, yang berperan merekrut calon pengantin pria dari Tiongkok.

"Setelah dinikahkan, mempelai wanita akan dibawa ke Tiongkok. Jadi ada unsur penyelundupan manusia dengan bungkusn pernikahan yang tidak sesuai dengan prosedur dengan maksud dan tujuan mendapatkan visa di Tiongkok," kata Yosa melanjutkan.

Ketiganya telah melanggar pasal 120 ayat 1 UU No 6 Tahun 2011 Tentant Keimigrasian Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 120 Ayat 2 UU No 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP atau Pasal 122 no 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com