Pemkot Bandung Akan Bangun Tiga SMP Rintisan Tahun Depan

Mochamad Solehudin - detikNews
Senin, 02 Des 2019 13:47 WIB
Foto: Mochamad Solehudin
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - Pemerintah Kota Bandung berencana membangun tiga sekolah menengah pertama (SMP) rintisan baru pada 2020 mendatang. Melalui pembangunan sekolah rintisan diharapkan layanan mutu pendidikan di Kota Bandung semakin meningkat.

Sekolah rintisan sendiri dibangun demi meningkatkan daya tampung siswa khususnya lulusan SD masuk ke SMP Negeri. Berdasarkan data yang ada, lulusan SD negeri dan swasta pada tahun 2019 lalu sebanyak 40.867 orang. Sementara SMP negeri di Kota Bandung saat ini hanya mampu menampung 17.216 orang di 65 sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Sekolah Menengah Pertama Disdik Kota Bandung Hadiana Soeriatmadja menyatakan, jumlah lulusa SD yang tertampung ke SMP negeri sudah terakomodir di tujuh sekolah rintisan baru.

"Akselerasi (sekolah) dalam jumlah negeri. Karena upaya optimal sekolah rintisan itu menyamakan antara negeri dan swasta mendorong masyarakat untuk sekolah tidak melihat negeri atau swasta," katanya, dalam rilis, Senin (2/11/2019).

Dia mengungkapkan, sejak 2018 lalu, Pemkot Bandung telah membuat lima sekolah rintisan baru. Dari lima sekolah itu, baru mampu menyerap sebanyak 640 siswa saja.

Dalam pembangunan sekolah rintisan tersebut, pihaknya masih memanfaatkan bangunan SD yang sudah tidak dipergunakan lagi. Contohnya saja, SMP 59 di SD Cicabe, SMP 60 di SD Ciburuy, SMP 61 di Cimuncang, SMP 63 di SD Cihaurgeulis.

"Tapi SD yang sudah ada sebelumnya juga tidak hilang, tetap SD yang berdirinya tetap ada," ucapnya.

Kemudian di 2019 pihaknya juga kembali membuat dua sekolah rintisan baru, dengan masih menggunakan model satu atap atau memanfaatkan lahan SD. Dari dua sekolah itu berhasil menyerap sebanyak 192 siswa.

"2019 itu dua rintisan sekolah baru ada di SD Sukawarna itu SMP 64 dan SMP 65," ucapnya.

Dia melanjutkan, pada 2020 pihaknya juga berencana membuat tiga sekolah rintisan baru. Pemkot akan membangun sekolah dengan memanfaatkan lahan yang dimiliki.

Apalagi menurutnya, dari informasi yang ada bahwa terdapat lahan milik Pemkot Bandung di beberapa lokasi yang masih belum dimiliki oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

"Contohnya ada informasi walaupun batu lisan seperti ada lahan di Lapangan Abra akan difungsikan untuk SMP. Lahan di Binongjati kemungkinan akan dilirik oleh Disdik," ucapnya.

Dia menambahkan, pembukaan sekolah rintisan baru ini memang harus mempertimbangkan banyak aspek. Selain kebutuhan masyarakat, juga harus dihitung jarak antar sekolah di wilayah tersebut.

"Sekolah rintisan ini tetap tidak menggangggu sekolah terdekat. Bukan hanya sekolah negeri tapi termasuk swasta kita mengevaluasi dan menganalisis sekolah swasta terdekat,"ujarnya. (mso/ern)