detikNews
Kamis 21 November 2019, 17:54 WIB

Geger Temuan Bayi dalam Kardus Mi Instan di Parongpong

Yudha Maulana - detikNews
Geger Temuan Bayi dalam Kardus Mi Instan di Parongpong Foto: Yudha Maulana/detikcom
Bandung Barat - Warga Kampung Nihmah, Desa Cigugur Girang, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dihebohkan oleh penemuan sesosok bayi di halaman rumah Euis (76), Kamis (21/11/2019) pagi.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Ia berada di dalam kotak kardus bekas mi instan, bersama sajadah, kain, dan sepucuk surat yang diduga ditinggalkan oleh orang tuanya.

"Saat Subuh, Ibu melihat ada kardus di sudut pintu. Ibu dorong kardusnya pakai sapu, karena dikira anak kucing. Ternyata malah terdengar suara tangisan bayi, sudah serak suaranya," kata Euis saat ditemui di rumahnya, Kamis sore.

Ia kemudian membuka kardus tersebut. Dilihatnya bayi tersebut dalam keadaan telanjang dan agak menghitam karena diduga kedinginan. Tali pusarnya pun masih tergerai, belum ditangani secara medis.

"Ibu kemudian lari ke rumah Pak RW untuk meminta pertolongan. Mungkin bayi disimpan sekitar pukul 03.00 WIB, selepas ronda," ucapnya.

Setelah itu, bayi laki-laki seberat 3 kg itu dibawa ke puskesmas untuk dicek kesehatannya. Untuk sementara, bayi tersebut dirawat di rumah ketua RW setempat.

"Alhamdulillah, bayinya sehat, kebetulan Pak RW baru kelahiran cucu. Jadi perlengkapan bayi masih ada," katanya.

Euis mengatakan, sejak pagi tadi, banyak warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut. "Ada perwakilan dari Daarut Tauhid juga yang mau merawat bayi itu. Kalau warga dan pengurus RW sepakat untuk menunggu hasil perundingan dengan dinsos dan polisi untuk baiknya seperti apa," ucapnya.
Geger Temuan Bayi Dalam Kardus Mi Instan di Parongpong Foto: Yudha Maulana/detikcom

Kapolsek Cisarua Kompol Ikhwan Heriyanto menuturkan bayi tersebut telah diberi nama Nouvan Alfiandra. Hal itu sesuai dengan pernyataan penulis misterius yang meninggalkan surat bersama bayi dalam dus.

Surat itu ditulis menggunakan bahasa Sunda dan berisi permintaan untuk menitipkan Nouvan sementara waktu. Dalam surat itu pun dituliskan si penulis surat terkendala ekonomi untuk mengurusi Nouvan. Selain itu, menurut penulis, nyawa Nouvan kini sedang berada dalam bahaya.

"Diduga tulisan daripada orang tua bayi yang membuang bayi tersebut, bayi ditemukan di depan rumah salah satu warga di dalam kardus mi instan beralas sajadah dan ditutupi sarung. Bayi dalam keadaan sehat," ujar Ikhwan.

Ikhwan mengatakan polisi telah mendatangi lokasi ditemukannya bayi dengan melibatkan unit Reskrim Polres Cimahi untuk melakukan pengusutan dengan meminta keterangan kepada saksi sekaligus mencari barang bukti.

"Tindakan polisi di TKP mengecek TKP dan memeriksa saksi-saksi," katanya.
(ern/ern)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com