Pilkada 2020, Bawaslu Jabar Awasi Praktik Mobilisasi Massa

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 18:42 WIB
Acara peluncuran Pengawasan Pilkada 2020 di Trans Studio Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Acara peluncuran 'Pengawasan Pilkada 2020' di Trans Studio Bandung. (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)

Selain itu, Bawaslu Jabar juga mewaspadai praktik-praktik kecurangan lain dalam pesta demokrasi untuk memilih kepala daerah. Beberapa potensi kerawanan misalnya seperti politik transaksional, politik uang, netralitas ASN dan pelanggaran lain yang dilakukan peserta pemilu yang prinsipnya mencederai integritas pemilu.

"Kita siap dalam empat hal mencegah, mengawasi tahapan Pilkada, siap fungsi penindakan dan siap sebagai lembaga administrasi pemilu. Ini langkah kami bagian dari kesiapan Bawaslu dalam mengawal Pilkada serentak delapan kota dan kabupaten," tutur Abdullah.


Dalam pelaksanaan Pilkada 2020, Abdullah menyebut, petugas pengawasan bisa mencapai lebih dari 10 ribu orang. Pihaknya pun akan melakukan rekrutmen petugas untuk ditempatkan sebagai Panwas Kecamatan hingga pengawas di lapangan.

"Mungkin (sampai 10 ribu). Karena belajar pemilu 2019 kemarin saja 138 ribu hampir 140 ribu jajaran seluruh Jabar. Sekarang (delapan kabupaten/kota) bisa lebih dari sepuluh ribu," kata Abdullah.


Gubernur Jabar Ridwan Kamil optimistis pelaksanaan Pilkada serentak di Jabar berlangsung kondusif. Keyakinan RK, sapaannya, berkaca dari pemilu 2019.

"Kita sudah pengalaman Jabar ini aman kondusif. Pileg, Pilpres kan tidak ada kerusuhan, tidak ada peluru lepas, bangunan yang dirusak yang dibakar. Di tempat lain ada, di kita enggak ada. Ini menandakan Jabar senang pada demokrasi. Tingkat partisipasinya juga tinggi," tutur RK.
Halaman

(dir/bbn)