Kasus Teror Sperma di Tasik, Polisi Tunggu Observasi Psikolog

Kasus Teror Sperma di Tasik, Polisi Tunggu Observasi Psikolog

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 11:53 WIB
Foto: istimewa
Foto: istimewa
Bandung - Polisi belum menyimpulkan motif utama Sidik Nugraha (25) melakukan pelemparan sperma terhadap tujuh perempuan di Kota Tasikmalaya. Polisi masih menunggu hasil analisa dari psikolog atau dokter kejiwaan yang dilibatkan untuk memeriksa pelaku.

"Kita nanti akan lakukan koordinasi dan kerja sama dengan psikolog. Tunggu hasilnya. Jangan kita simpulkan sendiri," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat dihubungi, Rabu (20/11/2019).

Untuk waktu analisa psikolog sendiri, pihaknya tak bisa menentukan kapan akan selesai. Proses itu sepenuhnya diserahkan kepada tim yang ahli.

"Tergantung kebutuhannya psikolog. Kan dia observasi, dia intens ngobrol. Itu ada metode sendiri," tuturnya.

Truno menambahkan hasil observasi dari tim psikolog akan dijadikan alat bukti untuk proses penyelidikan. "Nanti akan dijadikan alat bukti berupa pendapat ahli," kata dia.

Seperti diketahui warga di Kota Tasikmalaya geger dengan aksi teror cabul seorang pria yang berbuat tak lazim hingga melempar cairan mirip sperma. Kasus ini telah dilaporkan oleh salah seorang perempuan yang menjadi korban pelemparan.

Pelapor adalah seorang ibu rumah tangga berinisial LR. Saat itu LR sedang menunggu ojek online di Jalan Letjen Mashudi dihampiri pelaku yang menggunakan motor matic. Secara tiba-tiba pelaku langsung meraba dan menggesek kemaluannya sendiri, hingga akhirnya melempar sperma ke arah LR.


(dir/ern)