Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Anak Bupati Majalengka

Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Anak Bupati Majalengka

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 10:14 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menunjukkan barang bukti pistol yang digunakan Irfan untuk menembak Panji. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Kapolres Majalengka AKBP Mariyono menunjukkan barang bukti pistol yang digunakan Irfan untuk menembak Panji. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Majalengka - Polisi menahan Irfan Nur Alam, PNS yang juga anak Bupati Majalengka Karna Sobahi terkait insiden penembakan. Tim penasehat hukum Irfan pun melayangkan permintaan penangguhan penahan.

Namun, polisi menolak permintaan penangguhan penahanan anak kedua Bupati Majalengka itu.

"Kita tidak tangguhkan. Waktu Senin (18/11/2019) kemarin mangajukan penangguhan penahanannya," kata Kapolres Majalengka AKBP Mariyono saat dihubungi detikcom, Rabu (20/11/2019).


Mariyono mengatakan, pertimbangan penolakan penangguhan penahanan itu dilakukan agar proses penyidikan berjalan cepat.

Saat ini, kata dia, penyidik tengah mempersiapkan kelengkapan berkas kasus tersebut.

"Saksi sudah semua periksa. Total tersangka tiga. Segera mungkin akan kita limpahkan ke kejaksaan," kata Mariyono.


Sekadar diketahui, insiden penembakan terhadap Panji Pamungkasandi terjadi pada Minggu (10/11/2019) malam. Saat itu, Panji hendak menagih uang imbal jasa terkait pengurusan izin proyek pembangunan SPBU senilai Rp 500 juta. Saat itulah terjadi penembakan yang dilakukan oleh Irfan terhadap Panji.

Belasan saksi diperiksa oleh polisi, Irfan pun ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada Sabtu (16/11/2019) dini hari. Selain itu, polisi juga menetapkan dua tersangka lainnya terkait kasus yang sama. (tro/tro)