detikNews
Selasa 19 November 2019, 17:33 WIB

Korupsi Sewa Lahan Kereta Cepat, Eks Kades di Purwakarta Ditangkap

Dian Firmansyah - detikNews
Korupsi Sewa Lahan Kereta Cepat, Eks Kades di Purwakarta Ditangkap Kades di Purwakarta ditangkap terkait kasus dugaan korupsi sewa lahan proyek kereta cepat. (Dian Firmansyah/detikcom)
Purwakarta - Seorang mantan Kepala Desa Anjun, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, ini harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran telah melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa di tempatnya menjabat.

Mantan Kades bernama Adhi Prasetyo itu terbukti telah menggunakan Dana Desa yang diperoleh dari hasil penyewaan tanah milik desa kepada PT Wijaya Karya (Wika) untuk penyimpanan tanah kebutuhan pembangunan jalan kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Bukannya disimpan di rekening desa, pelaku malah membagi jumlah uang dan dikirim ke rekening pribadi. Untuk rekening desa sebesar Rp 300 juta dan sisanya Rp 415 juta dikirim ke rekening pribadi. Uang yang dikirim ke rekening pribadi digunakan untuk pribadi," ujar Kapolres Purwakarta AKBP Matrius di Mapolres Purwakarta, Selasa (19/11/2019).


Kapolres menjelaskan pelaku melakukan tindak pidana korupsi sewaktu menjabat pada periode 2013 sampai 2019. Sedangkan penyewaan tanah terhitung sejak Maret 2019. Adapun tanah yang disewa oleh PT Wika berada di dua tempat, yakni Kampung Anjun dan Kampung Cidadapan, dengan luas total 7.811 meter persegi dengan jumlah uang sewa Rp 715 juta.

Korupsi Uang Sewa Lahan Kereta Cepat, Kades di Purwakarta DitangkapFoto: Dian Firmansyah/detikcom
"Saat (pelaku) ditangkap, sisa uang korupsi tersisa Rp 16 juta lantaran habis digunakan pelaku untuk renovasi rumah hingga pergi umrah bersama istri dan dua pegawai desanya," kata Kapolres.

Saat ini pelaku sudah mendekam di balik jeruji Mapolres Purwakarta untuk proses hukum lebih lanjut. Pelaku terancam Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 juncto UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan 4 hingga 20 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.
(tro/tro)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com