Suami-Istri Terduga Teroris Baru 2 Pekan Sewa Rumah di Cianjur

Suami-Istri Terduga Teroris Baru 2 Pekan Sewa Rumah di Cianjur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 14 Nov 2019 14:26 WIB
Polisi mengamankan salah satu terduga teroris di Cianjur. (Foto: dok. Istimewa)
Polisi mengamankan salah satu terduga teroris di Cianjur. (Foto: dok. Istimewa)
Cianjur - DS dan DK, suami-istri terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88, diketahui baru dua pekan menyewa rumah di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Keduanya dikenal tertutup dan tidak banyak berinteraksi dengan warga setempat.

Keduanya tinggal di rumah kontrakan dengan nuansa cat kuning dan biru. Meski kamar yang mereka tempati berjejer dengan penghuni lain, tidak banyak yang mengetahui aktivitas keduanya. DS diketahui sering mengajar di salah satu sekolah.

"Mereka mulai mengontrak di sini pada 31 Oktober 2019. Keduanya tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan. Mereka cukup tertutup dan jarang berkomunikasi dengan warga atau tetangga kontrakan. Sejak tinggal di sini, mereka tidak pernah terlihat menerima tamu," kata Imas (32), pengelola kontrakan, Kamis (14/11/2019).

Sedangkan DK sering terlihat berbelanja ke warung. "Belanjanya juga ke warung Pak RT, cuma itu saja terlihatnya. Setelah itu masuk lagi ke dalam kamar kontrakan," tutur Imas.


Ketua RT 3, Ure Suryadi, mengaku didatangi suami-istri tersebut pada 31 Oktober 2019. Saat itu mereka melapor sebagai warga baru.

"Waktu itu suaminya datang untuk melapor, katanya mereka baru pindah dan mengontrak di sini. Kalau DS warga sini juga, hanya kampungnya agak jauh. Sedangkan DK, istrinya, warga Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat," kata Ure.

Berdasarkan data yang mereka serahkan ke RT, keduanya diketahui menikah pada 17 Mei 2018. "Suaminya pengajar di salah satu sekolah agama di Kecamatan Ciranjang," ujar Ure.

Sebelumnya, kamar kontrakan suami-istri itu sempat digeledah petugas kepolisian. Bahkan polisi disebut membawa satu kantong plastik ukuran besar untuk mengamankan sejumlah barang di dalam kontrakan.

Pantauan di lokasi memang terlihat bekas penggeledahan, terlihat satu unit komputer yang dibiarkan tergeletak di dalam rumah kontrakan itu. (sya/bbn)