Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Bantah Terlibat Proyek SPBU

Tembak Kontraktor, Anak Bupati Majalengka Bantah Terlibat Proyek SPBU

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 13 Nov 2019 21:25 WIB
Irfan Nur Alam (Foto: Tangkapan layar setda.majalengkakab.go.id)
Irfan Nur Alam (Foto: Tangkapan layar setda.majalengkakab.go.id)
Majalengka - Irfan Nur Alam, anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi, membantah terlibat proyek pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berkaitan utang yang berujung insiden penembakan melukai seorang kontraktor dan satu anak buah Irfan. Aksi koboi Irfan membetot perhatian publik.

Diarson Lubis, penasihat hukum Irfan, menegaskan insiden penembakan terhadap kontraktor, Panji Pamungkasandi, tidak berkaitan dengan proyek pembangunan SPBU tersebut. Ia menjelaskan masalah utang itu soal pengurusan izin proyek dari Pertamina ke PT Laskar Makmur Sadaya.


Menurut Diarson, Irfan tidak memiliki kaitan dengan perusahaan yang tengah mengurus izin proyek tersebut. "Tidak ada hubungannya. Kejadian itu murni masalah utang piutang atau janji imbal jasa perusahaan PT Laskar Makmur Sadaya dengan saudara Panji Pamungkasandi, terkait proses pengurusan izin rekomendasi dari Pertamina untuk pembangunan SPBU," kata Diarson kepada awak media di kawasan Jalan Gerakan Koperasi, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

"Jadi, tidak ada kaitannya dengan utang piutang dengan pribadi klien kami," ujar dia menambahkan.

Diarson memastikan bahwa Irfan tak pernah menjabat sebagai pimpinan atau jajaran direksi PT Laskar Makmur Sadaya. "Tidak ada kaitannya dengan proyek pemda, itu dari Pertamina. Tidak benar juga klien kami yang statusnya PNS terlibat dalam perusahaan itu, bukan komisaris, bukan direksi dan lainnya. Perusahaan tersebut miliki Daniel," tutur Diarson.
Selanjutnya
Halaman
1 2