Forum ASEAN-China Bersepakat Tumpas Hoaks

Forum ASEAN-China Bersepakat Tumpas Hoaks

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 11 Nov 2019 22:23 WIB
Acara Acara 12th China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations (CACPPFO) di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Acara Acara 12th China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations (CACPPFO) di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - Forum ASEAN-China membuat lima komitmen untuk mewujudkan Abad Asia. Lima komitmen itu disepakati dalam pertemuan acara 12th China-ASEAN Conference on People to People Friendship Organizations (CACPPFO) yang dihelat di Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Senin (11/11/2019).

Salah satu dari komitmen yang dibangun ialah bersepakat menumpas hoaks. "Kita harus berhati-hati dalam menyikapi dan menghadapi turbulensi yang ada di media sosial menyangkut isu multilateral ini," kata delegasi dari Indonesia, Sudrajat, saat menyampaikan keterangannya kepada awak media.

Dalam pertemuan itu masing-masing negara diwakili oleh Gu Xiulian (China), Muhd Firdaus Abdul Rahman (Brunei Darussalam), Ek Sam OI (Kamboja), Lattanamany Khounnyvong (Laos), Dato' Abdul Majid (Malaysia), Sein Win Aung (Myanmar), NG Swan Meen (Singapura), Peter Tiu Lavina (Filipina), Korn Dabbaransi (Thailand) dan Nguyen Van Tho (Vietnam).


Soal informasi hoaks yang beredar, menurut Sudrajat, berpotensi menghambat kerja sama negara di kawasan Asia. Sebab itu, ia menjelaskan, dalam forum ini akan digodok sebuah sistem untuk menindaklanjuti hal tersebut.

"Berita hoaks itu bisa menghalangi pemahaman yang benar dan kerja sama di antara negara ASEAN dan China. Bila ada berita hoaks akan kita rundingkan secara internal," tuturnya.

Selain menumpas hoaks, dalam forum itu juga dibahas mengenai pertukaran ahli, pertukaran pelajar, konektivitas dan proyek One Belt One Road (OBOR) China, serta promosi wilayah dengan program sister city.

"Kita terus membangun kerja sama dengan prinsip, saling menghormati dan percaya. Lalu berusaha membuat masyarakat di masing-masing negara lebih sejahtera," ujar Sudrajat. (bbn/bbn)