detikNews
2019/11/09 10:40:17 WIB

Hari Ceria, Program Duet Polri-TNI Budayakan Literasi di Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Hari Ceria, Program Duet Polri-TNI Budayakan Literasi di Sukabumi Personel TNI dan Polri di Sukabumi mengagas Hari Ceria untuk tingkatkan budaya literasi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Berangkat dari keprihatinan banyaknya anak usia dini kecanduan gadget, duet personel Polri dan TNI di Sukabumi ini membuat program yang mereka inisiasi sendiri. Bermodalkan motor dan buku-buku bacaan, mereka berkeliling keluar masuk perkampungan di Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaen Sukabumi, Jawa Barat.

Program itu dinamai Hari Ceria. Dalam dua hari yakni Sabtu sore dan Minggu pagi khusus anak-anak mulai usia dini, pelajar SD dan SMP diajak untuk membaca buku di perpustakaan keliling. Tidak sekadar membaca, mereka juga diminta untuk menerangkan isi dari buku yang mereka baca.


Adalah Brigadir Dikri Nurhakim, anggota Polsek Cireunghas dan Sertu Soemarna anggota Koramil Sukaraja yang menginisiasi program Hari Ceria tersebut.

"Kami ditugasi oleh pimpinan, bagaimana menghidupkan kembali kecintaan anak-anak kepada dunia literasi. Lalu alhamdulillah sekitar 1 bulan berjalan ternyata banyak anak-anak yang menyukai kegiatan yang kami namai Hari Ceria ini," kata Dikri di Desa Cikurutug, Sabtu (9/11/2019).

Hari Ceria, Program Duet Polri-TNI Budayakan Literasi di SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah
Cara pendekatan ke anak-anak pun terbilang unik. Mereka mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat lalu mulai menggelar beberapa buku bacaan layaknya orang berjualan. Mereka lalu menawarkan judul-judul buku dibawa kepada anak-anak yang berada di perkampungan tersebut.

"Diakui atau tidak anak jaman now ini lebih suka menghabiskan waktunya dengan bermain gadget, alat itu menyita waktu mereka untuk bermain dan membaca buku-buku cerita yang sebenarnya lebih atraktif dan mendidik terutama yang disisipi pesan-pesan moral," ujarnya.

"Akhirnya saya dan Pak Sertu Soemarna coba dengan pendekatan awal ke orang tua, tokoh masyarakat, ketua RT dan RW lalu kita kumpulkan anak-anak. Kita tawarin mereka senang dengan cerita bagaimana, untuk memastikan mereka menyerap apa yang mereka baca kita minta mereka saling bercerita ke temannya," ucap Dikri.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com