1 Tahun Warga Cimahi Ini Perjuangkan Tanahnya yang Diserobot Proyek Pemakaman

1 Tahun Warga Cimahi Ini Perjuangkan Tanahnya yang Diserobot Proyek Pemakaman

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 05 Nov 2019 16:42 WIB
Foto: Yudha Maulana/detikcom
Foto: Yudha Maulana/detikcom
Cimahi - Yayat (65), warga Kota Cimahi, kaget sebidang tanahnya di Kampung Lebaksaat, Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara, dibangun benteng untuk kepentingan tempat pemakaman umum (TPU) oleh Pemkot Cimahi. Peristiwa itu terjadi pada 2018.

"Saya urus-urus dari tahun kemarin nggak ada ketuntasan sampai sekarang. Kemarin dari BPN mengukur ulang. Luas tanah saya 791 meter persegi," ujar Yayat saat ditemui, Selasa (5/11/2019).

Yayat tidak tahu-menahu kapan pastinya benteng itu didirikan, karena sebelumnya ia bekerja di proyek bangunan. Tanah itu, ujar Yayat, ia beli dari seorang pengembang.

"Saya punya sertifikatnya, akta jual-beli (AJB) juga ada, tanah ini kan pelimpahan dari developer, sebagian memang dilimpahkan ke Pemkot untuk RTH katanya, dan sebagian lagi saya beli Rp 270 juta," katanya.

Ia pun berulang kali mengurus tanahnya ke Pemkot, termasuk ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, yang mengerjakan proyek pemakaman.

"Responsnya selalu sama, lagi diurus. Kalau saya ya, kalau mau diganti, ya diganti aja," katanya seraya mengatakan tanah miliknya masih berupa lahan kosong.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah Ahmad Nuryana mengatakan kemungkinan terjadi kesalahan saat proyek pengerjaan benteng pemakaman.

"Di sertifikat itu 3.031 meter persegi, ternyata kelebihan 800 meter persegi. Selidik punya selidik, ternyata itu punya Pak Yayat. Saat ini DPKP sedang menelusuri hal itu," kata Ahmad.

Pihak Pemkot, kata Ahmad, siap mengganti lahan milik Yayat dengan syarat peta bidangnya harus jelas. "Akan kami selesaikan ini. Yang jelas, Pak Yayat tidak akan kehilangan haknya," katanya. (ern/ern)