Pepohonan di Jalur Pendakian Puncak Salam Cireundeu Terbakar

Pepohonan di Jalur Pendakian Puncak Salam Cireundeu Terbakar

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 27 Okt 2019 16:09 WIB
Sisa kebakaran pepohonan masih terlihat di jalur pendakian menuju Puncak Salam. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Sisa kebakaran pepohonan masih terlihat di jalur pendakian menuju Puncak Salam. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Cimahi - Pepohonan dan rimbun bambu terbakar di jalur pendakian menuju Puncak Salam yang berada di kawasan Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Bekas tanaman yang terbakar dan tanah yang menghitam karena tertutup abu mendampingi perjalanan sepanjang 1 kilometer dari kampung adat itu. Kebakaran lahan ini disebut baru pertama kali terjadi di kawasan larangan adat tersebut.

Menurut warga sekitar, kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya diduga ada yang karena faktor kesengajaan, namun ada juga yang mengatakan karena faktor cuaca. "Lebih dari seminggu yang lalu kebakarannya. Jadi ada yang bilang sengaja, karena mau dibuka lahannya untuk tani. Luas kebakarannya juga cukup besar," ujar Ogi, warga Kampung Adat Cireundeu, saat ditemui, Minggu (27/10/2019).

"Jadi polusi aja buat yang mau naik ke Puncak Salam. Soalnya kalau tertiup angin debunya bisa masuk pernafasan. Terus kondisi jalannya jadi gersang karena tidak ada pepohonan lagi," ujar dia melanjutkan.

Sementara Menurut Eti, warga lainnya, kebakaran yang terjadi karena kondisi cuaca yang panas. Ditambah ada bara api yang terbawa angin kencang kemudian membakar pepohonan. "Waktu kebakaran di sini ternyata ada kebakaran juga di Gunung Bohong, jadi bara apinya merembet ke sini. Ya lumayan besar kebakarannya, bisa padam juga sama warga," katanya.

Pantauan detikcom, pantauan asap masih terlihat di beberapa sudut lereng bukit setinggi kurang lebih 900 mdpl tersebut. "Kemarin-kemarin ada petugas pemadam kebakaran ke sini, hanya mengecek saja," ucapnya.

Sehari sebelumnya, sebuah pohon berdiameter 2 meter juga tumbang menutupi jalur pendakian hampir sepanjang 20 meter. Akibatnya, wisatawan yang akan mendaki terpaksa mengambil jalur memutar melewati kebun singkong milik warga yang posisinya berada di lereng dengan kemiringan hampir 45 derajat.

"Saya lagi mendaki, sekitar jam satu siang mau turun karena mendung, ternyata jalannya tertutup pohon tumbang. Alhamdulillah enggak pas saya lewat, bisa jadi saya yang tertimpa," kata Wisnu, salah seorang wisatawan.

Ia mengakui jika perjalanan ke Puncak Salam yang ditempuh hampir selama 45 menit, jadi terasa lebih berat. "Jalannya jadi lebih panas. Terus licin, soalnya daun bambu yang terbakar itu menutupi jalan. Harus lebih hati-hati," ucap Wisnu. (bbn/bbn)