detikNews
Rabu 23 Oktober 2019, 07:55 WIB

Pipa Pertamina Terbakar, TB Hasanuddin Desak Proyek PT KCIC Dihentikan

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Anggota DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin mendesak agar PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menghentikan sementara pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang melintasi 8 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Desakan penghentian ini menyusul insiden meledaknya pipa Pertamina di Kampung Mancong, Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (22/10/2019).

"Sejak awal wacana pembangunan proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini sudah banyak masalah," ujarnya dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (23/10/2019).

Menurutnya pembebasan lahan proyek KCIC juga awalnya berjalan alot. Bahkan hingga saat ini, masih ada 2 persen lahan di Kawasan Bandung Barat yang belum dibebaskan. "Banyak pihak yang tak setuju pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung ini," kata Hasanuddin

Hasanuddin menyatakan banyak pihak yang tak setuju lantaran proyek kereta cepat ini melintasi daerah yang produktif yaitu daerah hijau dan resapan air. Ia mencontohkan kawasan Walini Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat.

"Di daerah Walini konon akan dibangun perumahan elit . Daerah hijau di Tatar Sunda akan habis dan ini sangat disesalkan," kata Hasanuddin.

Masalah lain yang menjadi kontroversi, katanya, adalah soal penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari China yang dikirim ke Indonesia.

"Lah ini katanya pekerja profesional, diimpor dari China tapi kok memasang tiang pancang ke pipa Pertamina saja meledak. Artinya, dia tak paham wilayah," tandas Hasanuddin.

Hasanuddin menilai proyek KCIC saat ini sebenarnya tidak terlalu penting. Karena, menurutnya jalan tol sudah lancar apalagi dengan flyover. Selain itu rel kereta api juga sudah double track atau jalur ganda jadi bebas hambatan.

"Lalu untuk apa membangun proyek ini yang jelas-jelas menghamburkan anggaran untuk keperluan yang urgensinya tidak jelas," tegas putra daerah Majalengka ini.

Dengan adanya insiden ini, Hasanuddin meminta pemerintah baik pusat maupun pemerintah daerah melakukan monitoring dan evaluasi. Ia mendesak proyek KCIC dihentikan untuk sementara.

"Harus dievaluasi dulu, setiap pengerjaan proyek semestinya berada di kawasan buffer zone dari wilayah yang terinstalasi pipa atau infrastruktur migas milik Pertamina. Selain itu faktor lingkungan juga harus diperhatikan," tandasnya.




WNA Pekerja Proyek Kereta Cepat Tewas dalam Kebakaran Pipa Pertamina:

[Gambas:Video 20detik]




(ern/err)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com