detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 20:02 WIB

Rumah Warga Padalarang Rusak Akibat Bom Proyek Kereta Cepat Dikaji

Yudha Maulana - detikNews
Rumah Warga Padalarang Rusak Akibat Bom Proyek Kereta Cepat Dikaji Salah satu tembok rumah warga yang rusak. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung Barat - PT CREC dan PT Dahana selaku pelaksana pembangunan tunnel 11 proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Gunung Bohong, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) akan membuat tim kajian independen.

Tim itu akan memeriksa dampak peledakan Gunung Bohong untuk pembangunan terowongan terhadap rumah warga di Komplek Tipar Silih Asih RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang yang mengalami kerusakan.

"Hasil mediasi tadi PT CREC dan PT Dahana bakal membuat tim kajian untuk menghitung dampak pembuatan terowongan, secepatnya bakal dilakukan," ujar Sekretaris Desa Laksana Mekar Kohar Muzakkar di Kantor Desa Laksanamekar, Senin (21/10/2019) petang.


Kohar membenarkan bahwa pembuatan terowongan sepanjang 1,3 kilometer menembus perut Gunung Bohong itu menggunakan bahan peledak. "Memang betul menggunakan bahan peledak, karena pengakuannya ada batu yang mesti dihancurkan dengan bom. Kalau dibor sulit," ucapnya.

Hasil dari kajian independen tersebut akan menentukan metode pengerjaan terowongan itu ke depannya. Sebelumnya, warga mengeluhkan rumah mereka retak akibat aktivitas pengeboman.

"Kalau kata hasil kajian berbahaya bisa saja proyeknya dihentikan atau dilanjutkan tapi warga direlokasi. Jadi hasil kajian nanti sangat menentukan," ucapnya.


Ketua RW 13 Ahmad M Sutisna mengatakan, pihaknya bakal menunggu hasil kajian yang dilakukan pelaksana proyek. "Sebetulnya soal kajian ini sudah kita minta seminggu yang lalu, tapi sekarang dari mediasi menjanjikan kajian juga. Kita ingin kajian itu segera dilaksanakan, soalnya tiap malam kita khawatir rumah bakal ambruk," ujarnya.

Sayangnya, perwakilan PT CREC maupun PT Dahana enggan memberikan pernyataan apapun kepada media. Perwakilan perusahaan langsung pergi meninggalkan Kantor Desa Laksana "Maaf kita menolak diwawancara," ujar perwakilan PT CREC.


Simak juga video "Duh! Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ganggu Aktivitas Sekolah" :

[Gambas:Video 20detik]


(tro/tro)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com