detikNews
Minggu 20 Oktober 2019, 10:46 WIB

Di Atas Kursi Roda, Pemuda Padalarang Sulap Limbah Drum Jadi Furnitur

Yudha Maulana - detikNews
Di Atas Kursi Roda, Pemuda Padalarang Sulap Limbah Drum Jadi Furnitur Suhendar (28) membuat kerajinan tangan dari atas kursi roda (Foto: Yudha Maulana)
Bandung Barat - Suhendra (28) mengubah limbah drum menjadi peralatan furniture yang bernilai jutaan. Hebatnya, lelaki asal Kampung Cadasgorowong, Desa Campakamekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengerjakan semuanya di atas kursi roda.

Kecelakaan tunggal dari sepeda motor tujuh tahun yang lalu, membuat tulang belakang pria berusia 28 itu bergeser. Hal itu berdampak pada syaraf tubuh di bagian bawah, alhasil kakinya mati rasa dan tak bisa berjalan.

"Dulu saya kerja di pabrik, musibah itu datang ketika saya hendak berangkat kerja, walau begitu, saya tak mau kehilangan semangat untuk berbagi manfaat dari kehidupan saya ini," kata Suhendra saat ditemui detikcom, belum lama ini.

Mula-mula, ia memulai usaha percetakan digital dengan membuat aneka desain untuk undangan pernikahan atau mencetak layout kitab Majmu Syarif. Usaha ini masih ia tekuni hingga kini di dalam ruangan kamarnya yang sempit.

Ketertarikan Suhendra untuk memanfaatkan limbah drum dimulai sejak enam bulan yang lalu. Ia melihat banyak tumpukan drum dari pabrik tiner yang berada di dekat rumahnya.

"Daripada dibiarkan saja, akhirnya saya dan rekan Karang Taruna di sini punya ide untuk membuat furniture dari bahan limbah drum. Saya kemudian mencari ide dari internet, kemudian saya modifikasi," kata Suhendra.

Untuk mengerjakan satu set kursi dan meja dari drum, Suhendra membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Untuk proses pemotongan, las, memaku, cat dan lainnya, ia lakukan di atas kursi roda.

"Saya melatih otot lengan saya sebelum terjun ke sini, makanya butuh waktu untuk mempersiapkan semuanya. Saya tak ingin merepotkan, paling untuk mengangkat atau pengerjaan yang tak bisa dilakukan di atas kursi (roda) saya dibantu saudara," katanya.

Salah satu kendala yang ia hadapi dalam proses pengerjaan, bukan keadaannya sendiri. Namun, keterbatasan alat kerja seperti las, gerinda dan peralatan tukang lainnya. Selama ini, alat-alat tersebut ia sewa.

"Harga satu set kursi dan meja dari drum ini, saya patok Rp 2 juta. Karena lumayan dari harga sewanya cukup tinggi. Makanya saya berharap bisa punya alat sendiri, mungkin biaya lebih murah dan waktu pengerjaan bisa lebih cepat," katanya.

Tak hanya kursi dan meja, Suhendra juga bisa membuat etalase, lemari tv dan jongko dagang. Sejauh ini, pasarnya masih di sekitar Kabupaten Bandung Barat. "Saya ingin hidup saya manfaat, saya juga bantu pembukuan bengkel," ujarnya.


Simak juga video "BAZNAS Buat Masyarakat Mandiri Melalui Pelatihan Mengolah Sampah" :

[Gambas:Video 20detik]


(mud/mud)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com