detikNews
Kamis 17 Oktober 2019, 13:48 WIB

Ular Patuk Mati Suami-Istri Cianjur Masuk Lewat Lubang Lantai Rumah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Ular Patuk Mati Suami-Istri Cianjur Masuk Lewat Lubang Lantai Rumah Foto: Ilustrasi ular masuk ke rumah (Andhika-detikcom)
Cianjur - Suami-istri, Maksum (40) dan Nuryani (38), tewas setelah dipatuk ular jenis welang yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah mereka. Insiden tersebut berbeda waktu. Nyawa Maksum tak tertolong akibat patukan ular tersebut pada 2018, sedangkan Nuryani meninggal usai dipatuk ular berbeda tapi sejenis pada Sabtu 12 Oktober 2019. Empat anaknya kini tinggal di rumah tetangga.

Warga menduga, ular berkulit belang hitam dan putih, yang dikenal dengan sebutan ular welang, itu masuk lewat lubang lantai rumah. "Lantai plesteran rumah mereka itu memang banyak lubang, diduga ular itu masuk lewat tempat itu," kata Asbim (38), tokoh pemuda Kampung Pasir Kampung, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

Menurut Asbim, ular-ular itu diduga ada habitatnya di area tebing yang tidak jauh dari pemukiman padat di kampung tersebut. "Kalau keterangan warga di sini, ular itu ada dua ekor. Satu sudah mati dibunuh warga. Tersisa satu ekor lagi," ucapnya.


Senada diungkap Abah Onih, warga yang kini mengurus empat anak Maksum dan Nuryani. Ia mengaku waswas ular itu akan kembali meneror warga kampung.

"Kami khawatir takut ular itu datang lagi, apalagi sudah masuk musim hujan seperti sekarang. Kalau ular yang belum ketangkap panjangnya sekitar dua meteran, di sini disebutnya ular welang," ucap Abah Onih.

Ular Patuk Mati Suami-Istri Cianjur Masuk Lewat Lubang Lantai RumahKondisi rumah Maksum dan Nuryani masih berupa dinding tembok tanpa plesteran. Kini warga berniat membedah rumah tersebut. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Maksum menjadi saksi ganasnya ular jenis itu yang menewaskan suami-istri tersebut. "Bengkak-bengkak, penglihatan juga jadi buram. Kondisi ini dialami almarhum Maksum dan istrinya Nuryani, dikasih obat juga cuma sampai leher keluar lagi," ujar Abah Onih.

Kondisi rumah Maksum dan Nuryani masih berupa dinding tembok tanpa plesteran, hanya lantai yang diplester tanpa keramik. Rumah berukuran lebar 3,5 meter dan panjang 4,5 meter itu kini terlihat berantakan tanpa atap. Warga dan karang taruna desa berniat untuk membedah rumah tersebut.
(sya/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com